Bogor, Gontornews – BUTAR alias “Bumbu Tabur Sehat” digadang-gadang menjadi inovasi produk unggulan yang dihasilkan dari kreativitas mahasiswa Tim 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Duta Inovasi Desa (DID) Institut Agama Islam (IAI) Sahid Bogor. Pengenalan dan demonstrasi inovasi produk ini oleh mahasiswa berlangsung di Majelis Ta’lim Al-Qonaah, Kampung Karehkel RT 002 RW 002 Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (5/7/2023).
Ketua Tim 4 KKN DID IAI Sahid Bogor, Andi Faiz, mengatakan BUTAR dibuat dengan menggunakan bahan dasar sayuran Caisim yang merupakan sumber mineral seperti zat besi, magnesium, kalsium, seng, kalium, selenium, mangan, folat, serta kaya akan protein dan serat sehingga baik untuk pencernaan dan penurunan kolesterol.
“Kelebihan lain dari produk BUTAR, produk ini sangat cocok dikonsumsi oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa,” ujarnya.
Andi menyebutkan, warga Karehkel banyak menghasilkan sayuran Caisim. Namun, selama ini sayuran itu dijual langsung ke pasar. Tanpa diolah terlebih dahulu. “Karena itu sosialisasi dan demonstrasi inovasi produk ini banyak dihadiri warga masyarakat. Sekitar seratus orang menghadiri sosialisasi ini,” lanjutnya.
Menurutnya, pengolahan sayuran Caisim menjadi produk Bumbu Tabur Sehat (BUTAR) melalui beberapa tahapan yang mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah didapat, seperti bawang putih, garam, gula, lada, dan tentunya sayuran Caisim.
Andi menambahkan, selain mendemonstrasikan pembuatan BUTAR, mahasiswa juga menjelaskan pembuatan kemasan yang praktis dan mudah dibawa, serta harga jual yang disesuaikan dengan target pasar.
Selain warga masyarakat, sosialisasi produk ini juga dihadiri Kepala Desa Karehkel Odih Marwan, SS, MSi, perangkat desa, serta para ketua RT dan RW Desa Karehkel.
“Terima kasih kepada mahasiswa dari Institut Agama Islam Sahid Bogor yang memaparkan inovasi produk yang terbuat dari sayuran yang menjadi ciri khas Desa Karehkel, sayuran sehat,” katanya.
Karenanya ia berharap masyarakat memperhatikan secara serius demonstrasi pembuatan produk, termasuk pengemasannya, agar nantinya bisa dijadikan lahan usaha. “Ini penting untuk keberlanjutan usaha kita semua, khususnya untuk kemajuan UMKM,” tambah sarjana lulusan Universitas Padjadjaran Bandung itu. []






















