Idealnya seorang istri bisa ikhlas menerima segala kekurangan suami. Termasuk ketika suami berpenghasilan kecil.
Andai hal itu terjadi, pasutri (pasangan suami istri) hendaknya tidak berkecil hati. Melainkan terus saling menyemangati dalam mencari rejeki dari Sang Illahi.
“Idealnya memang istri harus bisa bersyukur atas nafkah yang diberikan suami, namun fakta terkadang tidak sesuai dengan teori,” terang Lia Noviana, dosen Syariah, Jurusan Hukum Keluarga Islam di ISTN Ponorogo.
Karenanya, lanjut Lia, sangat penting bagi setiap pasangan untuk mendapatkan pembekalan pra nikah. Agar mereka tidak kaget ketika dihadapkan dengan beragam masalah pernikahan ke depan. Apalagi menyangkut soal rejeki, karena setiap manusia telah dituliskan takaran rejekinya masing-masing.
Selain itu, perlu diketahui bahwa suami berkewajiban memberi nafkah semampunya. Dalam hal ini, istri dilarang keburu protes kepada suami ketika posisinya dan keluarga terlihat belum ‘semapan’ tetangganya.
“Orang yang mampu hendaklah memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rejekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah SWT kepadanya. Allah SWT tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kemampuan yang Allah SWT berikan kepadanya. Allah SWT kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” Qs. Ath-Thalaq: 7.
Berikut tips cerdas mensiasati gaji suami yang kecil:
1. Pergunakanlah uang bulanan hanya untuk urusan pokok.
2. Pintar-pintarlah menabung sebagian uang untuk kebutuhan mendadak.
3. Jangan lupa bershadaqah karena Allah SWT akan terus melipatgandakan rejeki tersebut.
4. Pasutri harus saling memahami, bersyukur, dan mensupport satu sama lain, khususnya dalam berjuang mencari rejeki. <Edithya Miranti/>



















