Persoalan tersebut merupakan salah satu risiko dalam memerangi pandemi, terutama terkait kekhawatiran yang makin meningkat dalam penyebaran virus misterius tersebut.
Sebelumnya, pemerintah Cina tidak mempublikasikan jumlah mereka, demikian Caixin Global.
NHC berjanji akan mencantumkan data tanpa gejala tersebut dalam laporan harian epidemi.
Sementara itu dalam keterangan tertulis Perdana Menteri Cina Li Keqiang yang dikutip Antara, Rabu, menekankan pentingnya upaya pengendalian virus lebih ketat lagi meskipun jumlah gejala infeksi berhasil dikendalikan.
Di Cina, beberapa orang yang tidak memiliki gejala klinis COVID-19 namun hasilnya ternyata positif, umumnya dikarantina di pusat isolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka dirawat dan dikategorikan dalam kasus positif jika mengalami gejala COVID-19 selama menjalani karantina.[DJ]



















