Beijing, Gontornews — Pihak berwenang Cina memperketat keamanan di luar konsulat Amerika Serikat di kota Chengdu, Cina barat daya, ketika staf Amerika bersiap meninggalkan gedung itu, sehari setelah Cina memerintahkannya untuk ditutup sebagai tanggapan atas perintah AS agar Cina menutup konsulatnya di Houston.
Aljazeera menyebutkan, tindakan saling tutup konsulat itu mencerminkan ketegangan hubungan kedua negara besar itu. Kementerian Luar Negeri Cina pada hari Sabtu menuduh AS melanggar perjanjian internasional dan bilateral.
Tuduhan itu muncul segera setelah sekelompok pria yang tampaknya pejabat AS terlihat memaksa membuka pintu belakang konsulat Cina di Houston setelah perintah penutupan diberlakukan pada hari Jumat.
Kementerian Luar Negeri Cina berjanji menanggapi insiden itu, tetapi tidak merinci lebih lanjut.
“Mengenai masuknya pihak AS secara paksa ke tempat Konsulat Jenderal Cina di Houston, Cina menyatakan ketidakpuasan dan menentangnya dengan tegas,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. “Cina akan membuat tanggapan yang tepat dan perlu untuk ini.”
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan konsulat di Houston telah menjadi “pusat mata-mata dan pencurian kekayaan intelektual”.
Di Chengdu, pada hari Sabtu, masyarakat mengambil foto di luar konsulat AS ketika polisi dengan kaus dan masker bedah berdiri di trotoar dan jalan tertutup di depan kompleks berdinding itu.
Lambang konsulat AS di dalam kompleks diturunkan dan staf terlihat bergerak. Tiga movil van kemudian terlihat di kompleks itu.
Petugas berpakaian preman juga menangkap seorang pria yang mencoba mengangkat tanda di dekat konsulat, menurut kantor berita Reuters, meskipun tidak jelas maksud tanda itu.
Keruwetan terbaru muncul saat hubungan antara kedua negara adikuasa terus memburuk. Penutupan konsulat dinilai oleh banyak ahli “sebagai titik terendah baru dalam hubungan Cina-AS sejak kedua negara menormalkan hubungan diplomatik pada akhir 1970-an,” kata Andy Gallacher dari Aljazeera, yang melaporkan dari Miami, Florida.
Ketegangan yang meluas antara kedua negara termasuk tuduhan AS bahwa Cina bertanggung jawab atas pandemi coronavirus, sanksi pejabat Cina atas perlakuan minoritas Muslim Uighur, pengenaan hukum keamanan baru Cina di Hong Kong, dan perselisihan yang berkelanjutan di wilayah Laut Cina Selatan.
Konsulat Chengdu, yang telah diberi tenggat waktu hingga pukul 10:00 (02:00 GMT) pada hari Senin untuk ditutup, dibuka pada tahun 1985 dan memiliki hampir 200 karyawan, termasuk sekitar 150 staf lokal, menurut situs webnya. Ada empat konsulat AS lainnya di Cina daratan.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan, beberapa personil di konsulat Chengdu “melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan identitas mereka” dan telah mencampuri urusan Cina dan merusak kepentingan keamanannya. []

![Petugas polisi China berbaris melewati konsulat AS di Chengdu tidak lama setelah diperintahkan ditutup oleh Beijing [File: Ng Han Guan / AP Foto]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/07/cina.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)




















