Beijing, Gontornews — Otoritas kesehatan Cina mengonfirmasi kematian ketiga akibat virus baru yang ditemukan di Cina. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengindikasikan virus seperti pneumonia yang dapat menular karena interaksi manusia ke manusia.
Komite Kesehatan Nasional Cina mengatakan dua orang di Beijing dan satu orang dari Shenzen dipastikan terinfeksi virus misterius tersebut. Pemerinta Cina kabarnya juga telah mengkarantina delapan orang yang terindikasi virus tersebut dan lima orang lain di Zhejiang.
Sementara di Provinsi Wuhan, seorang pasien terinfeksi virus ini meninggal dunia dan 130 infeksi baru terjadi selama satu pekan terakhir. Total ada 198 orang yang terinfeksi virus ini.
Laporan mengenai virus ini tak pelak membuat khawatir jutaan warga Cina yang tengah melaksanakan mudik selama perayaan Imlek, 25 Januari 2020 mendatang.
WHO mengonfirmasi bahwa virus ini berasal dari hewan dan beberapa penularan terbatas terjadi karena interaksi manusia.
βHewan tampaknya merupakan sumber utama, paling mungkin, dari wabah koronavirus baru ini dengan beberapa penularan terbatas dari manusia ke manusia terjadi di antara kontak dekat,β ungkap pernyataan WHO sebagaimana dilansir South China Morning Post.
Berbeda dengan WHO, otoritas kesehatan Cina bahkan menolak anggapan bahwa virus ini ditularkan karena interaksi manusia ke manusia. βTidak ada bukti yang menjelaskan tentang penularan dari manusia ke manusia yang berkelanjutan,β jelas otoritas kesehatan Cina.
βHingga saat ini, Cina telah melaporkan tidak ada infeksi yang terjadi di antara petugas, yang merupakan indikator yang digunakan untuk memastikan penularan suatu peyakit, karena petugas kesehtan termasuk di antara kelompok yang rentan terpapar virus,β imbuhnya.
Selain Cina, virus tersebut juga dikonfirmasi oleh sejumlah negara seperti Thailand dan Jepang. Sementara otorita kesehatan di Singapura, Vietnam, Nepal, Hongkong dan Taiwan tengah memantau dugaan terjadinya kasus serupa di wilayahnya. Meski demikian belum ada konfirmasi kematian yang disebabkan oleh virus ini di luar negeri.Β [Mohamad Deny Irawan]






















