Shanghai, Gontornews — Pemerintah Cina tengah mempersiapkan regulasi yang mengatur tentang penggunaan film plastik untuk sektor pertanian, Jumat (6/12). Regulasi ini diharapkan dapat menekan angka polusi plastik yang terkandung di sebagian besar wilayah pertanian di Cina bagian utara dan barat.
Aturan ini ditengarai melibatkan pembentukan sistem manajemen komprehensif yang mencakup alur produksi, penjualan, pemanfaatan serta proses daur ulang film plastik di daerah pedesaan.
Sebagian besar petani Cina menggunakan film plastik untuk menutupi ladang guna menjaga kelembaban tanah serta melindungi tanaman dari serangan hama. Menurut data dari Kementerian Pertanian, penggunaan plastik untuk pertanian merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kualitas serta hasil tanaman di Cina.
βTetapi, karena penggunaan yang berlebihan dan daur ulang yang tidak memadai, polusi film plastik di beberapa daerah bertambah buruk. Itu menjadi masalah lingkungan utama yang menghambat pembangunan sistem pertanian hijau,β ungkap pernyataan Kementerian Pertanian sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam data yang dilansir otoritas pertanian setempat, polusi plastik di daerah barat laut Cina mencapai 36 kilogram per hektar lahan pertanian. Di beberapa daerah bahkan lebih parah hingga mencapai 138 kilogram per hektar.
Melalui aturan ini, petani akan menggunakan film plastik yang memenuhi standar kualitas serta mewajibkan mereka untuk mengumpulkan sampah platik dari ladang sebelum tanggal kadaluarsa penggunaan serta mengirimnya ke outlet daur ulang yang telah disepakati. Para petani juga didorong untuk menggunakan kembali film plastik yang sudah didaur ulang.
Saat ini, Cina dikatakan telah menggunakan sekitar 2 juta ton film plastik setiap tahun untuk 200.000 kilometer persegi lahan pertanian di seluruh negara. Namun, mereka hanya sanggup mendaur ulang 180.000 ton sampah plastik tiap tahunnya.
Jika tidak segera ditangani, limbah plastik akan merusak tanah dan menyerap ke tanaman. Anggota parlemen asal Shandong bahkan telah menyebut bahwa jahe dan bayam asal Shandong telah terkontaminasi limbah plastik.
Beijing menargetkan 90 persen lahan pertanian melalui penerbitan regulasi ini. Upaya ini diharapkan juga dapat menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh negeri. [Mohamad Deny Irawan]






















