New Delhi, Gontornews — Pemerintah Pakistan memperpanjang masa penguncian wilayah hingga 9 Mei mendatang demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Namun, Pemerintah Pakistan mulai memberlakukan apa yang disebut “smart lockdown” yang memungkinkan pemerintah melacak dan menelusuri kontak kasus.
Tidak hanya itu, melalui cara tersebut, sejumlah kegiatan industri dan komersial akan bmerujuk ada pedoman keselamatan yang diberlakukan oleh Pemeirntah.
“Pengisolasian kasus-kasus ini dan menulusuri kontak akan meningkatkan kemampuan kita untuk menahan penyakit secara bersamaan dan memungkinkan ekonomi tetap berfungsi. Sementara orang-orang akan mendapatkan kembali pekerjaannya,” kata Menteri Perencanaan Pakistan, Asad Umar, kepada Reuters.
“Bulan ramadhan akan datang akan sangat menentukan,” tambah Umar.
Pemerintah Pakistan juga mengizinkan warga untuk beribadah taraweh di bulan Ramadhan. Namun pemerintah mengecualikan provinsi Sindh dimana dokter memperingatkan virus tdapat menyebar dengan cepat di wilayah tersebut.
Sejauh ini, sebagian besar masjid di Karachi, yang menjadi ibu kota Sindh, ditutup untuk umum saat ibadah taraweh di malam Ramadhan. Hingga Sabtu (25/4), Pakistan melaporkan 11.940 infeksi dan 253 kematian.
Sementara itu, negara tetangga Pakistan, India mulai mengizinkan pembukaan kembali toko-toko di lingkungan pada Sabtu (25/4). Langkah ini dilakukan pasca India memberlakukan penguncian wilayah selama 30 hari demi memutus rantai penyebaran COVID-19.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan, Jum’at (24/3), mengizinkan tokok-toko untuk beroperasi dengan 50 persen karyawan. Pemerintah juga mewajibkan kepada para karyawan untuk mematuhi aturan jarak sosial, penggunaan masker serta sarung tangan saat bekerja.
Sementara penjualan minuman terlarang dan barang-barang bukan kebutuhan akan terus dilarang. Pun dengan toko-toko besar ataupun supermarkert yang baru diizinkan untuk beraktifitas 3 Mei mendatang.
Sejauh ini, India melaporkan 24.506 kasus COVID-19 dengan 775 diantaranya dikabarkan meninggal dunia. [Mohamad Deny Irawan]





















