Bogor, Gontornews — Tanggung jawab pendidikan anak ada di tangan kedua orangtuanya. Para guru yang mendidik anak di sekolah dan lembaga pendidikan yang lain hanyalah partner bagi orangtua dalam proses pendidikan anak. Demikian dikatakan Ketua Yayasan Amanah Insantama –pengelola Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang– Ir H Ahmad Soim pada acara Pesantren Wisuda SMPIT Insantama Leuwiliang, Selasa (25/6/2024).
Selama tiga hari dua malam, Senin (24/6/2024) sampai Rabu (26/6/2024), siswa-siswi SMPIT Insantama Leuwiliang Bogor mengikuti kegiatan Pesantren Wisuda yang digelar di Villa Samara Syariah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Sebanyak 29 siswa-siswi, seluruhnya kelas 9, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan menjelang berakhirnya tahun ajaran 2023-2024 itu.
Lebih lanjut Ahmad Soim menuturkan, pendidikan terbaik merupakan pemberian terbaik orangtua kepada anaknya. “Pendidikan terbaik akan membawa kalian menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah,” ujarnya.
“Anak shalih dan shalihah akan menjaga kalian ketika kelak menjadi orang yang berilmu, berkedudukan, kaya raya, atau sebaliknya,” lanjutnya.
Mengutip Hadis riwayat Al Hakim, Ahmad Soim menuturkan, “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orangtua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.”
Lalu, apa persembahan terbaik anak untuk kedua orangtuanya? “Menjadikan diri sebagai anak shalih dan shalihah, karena ini yang paling diharapkan orangtua seperti doa Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang shalih’,” papar Ustadz Soim, sapaan akrab Ahmad Soim.
Generasi yang shalih/shalihah, kata Ustadz Soim, adalah generasi yang kuat. Mereka memiliki derajat iman dan akidah yang kuat, ilmu (tsaqafah) yang mumpuni, dan amal shalih (pola pikir dan perilaku) yang kuat.
Mengutip Hadis riwayat Muslim, Ustadz Soim, menyebutkan, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah.”
“Kalian harus menjadi generasi yang kuat penguasaan sains dan teknologinya, kuat dakwah dan kepemimpinannya, serta kuat amal shalihnya, baik ibadahnya, akhlak, muamalah, maupun yang lainnya,” ujar Direktur Pelaksana Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang itu.
وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An-Nisa: 9) []




















