Beirut, Gontornews — Gelombang kemarahan terhadap keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel telah menyebar di Asia, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa. Puluhan ribu orang turun ke jalan mengecam langkah kontroversial itu.
Para pemrotes memenuhi jalan-jalan dan alun-alun pusat di sejumlah kota besar internasional pada hari Ahad (10/12). Mereka melambaikan bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan untuk mengekspresikan solidaritas mereka terhadap orang-orang Palestina, yang menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara masa depan mereka.
Pengumuman Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mendatangkan kecaman dari masyarakat para pemimpin dunia. Konflik Palestina-Israel meradang. Kekerasan meningkat di wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, 157 orang terluka pada hari Ahad dalam konfrontasi dengan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem dan Gaza.
Sedikitnya empat warga Palestina telah terbunuh di Jalur Gaza sejak deklarasi AS tersebut.
Bentrokan juga meletus pada hari Ahad saat demonstrasi di Beirut, di mana para demonstran berhadapan dengan pasukan keamanan di luar kedutaan AS di ibukota Lebanon.
Demonstran menyalakan api di jalan, membakar bendera AS dan Israel serta melemparkan batu ke petugas polisi, yang menanggapi dengan gas air mata dan meriam air.
Adnan Abdullah, seorang pemrotes di Beirut, mengatakan keputusan Trump di Yerusalem “tidak akan terjadi asalkan ada orang seperti kita”.
Demonstran lain, yang wajahnya tersembunyi di balik topeng hitam, mengangkat tabung gas air mata dan mengecam pasukan Lebanon karena “membela Amerika”.
“Tidak ada seorang pun di pihak kita, tidak ada satu pun negara Arab. Ya Tuhan, kita akan menaikkan bendera Palestina,” ujarnya seperti dikutip Aljazeera.
Sementara itu, lebih dari 5.000 warga Indonesia berkumpul di luar kedutaan AS di Jakarta untuk melampiaskan kemarahan mereka untuk hari kedua. Para pemrotes membawa bendera dan spanduk Palestina bertuliskan “Berdoa untuk Palestina”.
“Kami tidak puas dengan pernyataan resmi saja,” kata Nurjannah Nurwani, salah satu pimpinan penyelenggara aksi. “Kami butuh tindak lanjut, lobi internasional yang bisa menekan AS untuk menarik keputusannya.”
Seorang pemrotes perempuan lainnya di Jakarta mendesak Trump untuk “menggunakan otaknya” dan “menarik diri dari Yerusalem”.
Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengutuk keputusan Trump. Pada hari Kamis, dia memerintahkan untuk memanggil duta besar AS di Jakarta.
Di Istanbul, Turki, ribuan demonstran turun ke jalan, mengubah Lapangan Yenikapi menjadi lautan bendera Turki dan Palestina.
“Saya merasa harus membela Palestina karena saya tidak tahu cara lain untuk membela mereka,” kata Ananda Sereka, yang melakukan demonstrasi tersebut. “Jadi inilah yang bisa saya lakukan, inilah yang bisa saya lakukan.”
Demonstrasi serupa juga terjadi di Maroko, Sudan, Mesir, Suriah, Kashmir, Yaman, dan Pakistan. [Rusdiono Mukri]























