15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Desekularisasi Ilmu Pengetahuan Alam

Oleh Edithya Miranti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 June 2019
in Laput
0
Desekularisasi Ilmu Pengetahuan Alam

foto: muslim says

Desekularisasi pendidikan menghadirkan sejumlah polemik dalam konteks ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Faktanya, hampir sebagian besar ilmu yang dipelajari di sekolah-sekolah berisi nilai-nilai yang tidak berlandaskan pada wahyu dari Allah SWT (al-Qur’an).

Dr Adian Husaini, peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), menuturkan, “Ilmu pengetahuan sekular banyak yang tidak integral atau tidak lengkap.” Sebab, ilmu pengetahuan tidak dibangun berlandaskan wahyu dari Allah. Sumber ilmu yang didapat, hanya sebatas dari apa yang berasal dari panca indera manusia semata.

Selain itu, ilmu-ilmu sekular yang banyak tersebar di sekolah, umumnya dinilai kurang sempurna. Seperti halnya, pengetahuan tentang alam yang hanya mencakup alam dunia saja tanpa mengenalkan alam akhirat. Lalu juga makhluk hidup yang terbatas pada manusia, hewan, serta tumbuhan, dan tidak mencakup makhluk gaib, seperti malaikat dan jin.

Dr Wendi Zarman, peneliti di Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN), Bandung, kepada Majalah Gontor juga menjelaskan, “Problem sains sekular ada pada aspek metafisiknya, yaitu menegasikan eksistensi dan peran Tuhan dalam semua dinamika alam.” Sebab akibat dianggap berasal dari alam materi itu sendiri. Padahal, alam sendiri tidak punya kesadaran.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

“Itu bukan berarti kita menolak sains,” tegas Wendi. Hanya saja, tambahnya, pada tingkat metafisik, seorang Muslim meyakini bahwa seluruh penciptaan dan dinamika alam ini berasal dari Allah SWT.

Logikanya, menurut para ilmuwan Barat, alam itu terlihat sama saja bagi siapa saja. Baik orang Islam, Kristen, Hindu, Budha, atau agama apapun. Seorang ilmuwan di Eropa yang terpisah ribuan kilometer dengan ilmuwan Indonesia, pastilah akan menemukan kenyataan yang sama jika menyangkut fenomena alam yang sama. Demikian klaim mereka.

Desekularisasi ilmu pengetahuan menjadikan banyak ilmu yang diterima sangat jauh dari nilai-nilai kebenaran. Sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam. Hal ini tentu perlu dikritisi dan sedikit demi sedikit harus mulai diluruskan kembali agar umat bisa ‘melek’ ilmu pengetahuan yang hakiki.

Berikut beberapa fakta terkait pelajaran bidang IPA hasil sentuhan tangan para sekular. Karya mereka tidak boleh ‘ditelan’ mentah-mentah namun perlu selalu dikritisi. Untuk itu, akan lebih baik jika kita mendasarkan pembahasan pada informasi dari al-Qur’an.

Pertama, makhluk hidup. Allah SWT Maha Pencipta lagi Maha Menghidupkan. Kebesaran-Nya dalam menciptakan alam semesta beserta isinya (makhluk hidup) tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk selalu tunduk dan patuh atas perintah-Nya.

Sayangnya, dalam mata pelajaran IPA, banyak hal terkait makhluk hidup yang belum sempurna diajarkan di sekolah. Makhluk hidup dalam pendidikan sekular hanya sebatas pada manusia, hewan, dan tumbuhan saja.

Di dalam al-Qur’an, makhluk ciptaan Allah SWT disebutkan ada enam macam. Tiga yang berakal, seperti malaikat, jin, juga manusia. Lalu sisanya tiga yang tidak berakal yakni binatang, tanaman, dan benda mati.

Makhluk hidup seperti jin dan malaikat adalah makhluk gaib. Jin adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan sesudah malaikat. “Dan jin Kami ciptakan sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al Hijr/15: 27). Jika kita ingin memahami kehidupan jin lebih jauh, Allah SWT telah menginformasikannya lewat wahyu-Nya dalam Surat Al-Jin ayat 1-28.

Sedangkan malaikat adalah makhluk Allah SWT yang terbuat dari cahaya. Badan cahaya itu lantas diberi Ruh oleh Allah SWT. Karena terbuat dari cahaya, malaikat memiliki berbagai keunggulan jauh diatas makhluk lainnya.

Malaikat tidak pernah membangkang terhadap perintah Allah SWT dan selalu bertasbih memuji kebesaran-Nya. “Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat- malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya, dan tiada merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS Al-Anbiyaa’/21: 19-20).

Selain itu malaikat sangat ringan sehingga kecepatannya sangat tinggi. Kecepatan cahaya adalah 300.000 km per detik. Ia memiliki waktu yang sangat panjang dibandingkan manusia.

Sehingga terjadilah relativitas waktu, sebagaimana diinformasikan Allah SWT dalam Surat Al-Ma’arij/70 ayat 4 yang artinya, “Naik malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun.”

Secara eksplisit Allah SWT menginformasikan bahwa sehari bagi malaikat adalah seperti 50.000 tahun bagi manusia. Karena malaikat memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Ilmu Fisika Modern menjelaskan, bahwa bagi makhluk yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka waktu akan bergerak lamban baginya.

Sehingga peradaban manusia modern yang diperkirakan berusia 50.000 tahun sejak penciptaan Adam itu, bagi malaikat seperti baru terjadi sehari yang lalu. Kemudian usia alam semesta yang diperkirakan 12 miliar tahun ini, bagi malaikat baru berusia 240.000 hari atau sekitar 660 tahun saja.

Kedua, alam. Pada mata pelajaran IPA peserta didik hanya dikenalkan alam dunia saja. Padahal ada banyak alam yang diciptakan Allah SWT. Salah satunya dalam proses kehidupan manusia telah diciptakan beberapa alam yakni alam ruh, alam rahim (kandungan), alam dunia, alam penantian, dan alam akhirat.

Alam ruh yakni alam tanpa jasad. Ketika janin sudah memasuki usia 120 hari dikirim malaikat untuk meniupkan ruh. Ruh sebelum ditiupkan ke janin telah melakukan perjanjian dengan Allah SWT. Dalam al-Qur’an surat Al-A’raf/7 ayat 172, Allah SWT berfirman kepada ruh, “Bukankah Aku Tuhanmu? Maka ruh itu menjawab, ‘Benar Engkau Tuhanku, kami menjadi saksi’.”

Alam rahim atau kandungan adalah masa kehidupan manusia dalam rahim ibu sebelum dilahirkan. Alam dunia adalah masa kehidupan manusia sejak dilahirkan hingga diwafatkan oleh Allah SWT.

Alam penantian atau alam barzakh atau alam kubur adalah alam setelah manusia meninggal sampai tiba waktu kiamat datang. Pada alam kubur akan datang malaikat Munkar dan Nakir yang memberikan pertanyaan seputar keimanan dan amal perbuatan kita.

Jika manusia itu beriman, maka akan mendapatkan nikmat kubur. Sedangkan jika manusia tersebut tidak beriman kepada Allah SWT, maka akan mendapat siksa kubur sebelum masuk ke neraka.

Terakhir yakni alam akhirat. Alam akhirat bersifat kekal. Kehidupan manusia kekal di dalamnya.
Alam akhirat setidaknya meliputi dua bagian yang terpisah, yakni rahmat dan siksa. Ia juga merupakan tempat pembalasan, bukan tempat pembebanan tugas dan tanggung jawab.

Beberapa pembahasan terkait makhluk hidup dan alam ciptaan Allah SWT di atas merupakan sekilas fakta akan ketidaksempurnaan ilmu-ilmu sekular yang ada selama ini. “Dengan demikian, solusi terbaik dari semua itu yakni Islamisasi ilmu pendidikan,” papar Adian kepada Majalah Gontor.

Islamisasi ilmu pendidikan meliputi: pertama, guru sebagai tenaga pengajar sangat berperan besar untuk membantu memperbaiki ilmu yang ada dan mulai mengenalkan ilmu-ilmu Islam. “Jika kurikulum pendidikan yang ada sekular, maka guru yang baik bisa ikut mengenalkan kebenaran (Islamisasi pendidikan) atau ikut mengkritisi ilmu tersebut,” ujar ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun, Bogor itu.

Kedua, yaitu Islamisasi kurikulum atau memperbaiki buku ajar. Untuk mendapatkannya diperlukan kerjasama dan kerja keras dari berbagai pihak. Minimal bentuk kepedulian lembaga atau organisasi masyarakat (ormas) Islam, seperti Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Mereka harus bersama-sama meminta pemerintah supaya menghentikan ilmu-ilmu yang sekular tersebut,” pungkas peraih gelar PhD dalam bidang Peradaban Islam di International Institute of Islamic Thought and Civilization, International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) itu.[]

Tags: DesekularisasiIPApengetahuan
Share60Tweet33Send
Previous Post

OKI Kecam Negara yang Akui Yerusalem Ibukota Israel

Next Post

Pendidikan Sekular Halangi Pembentukan Insan Kamil

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result