Jakarta, Gontornews — Sebagai alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Prof Din Syamsuddin menegaskan bahwa alumni Gontor tidak boleh menggunakan nama almamater dalam mendukung salah satu pasangan calon capres-cawapres di Pilpres.
“Sebagai alumni Gontor tidak boleh bawa almamater. Bawa nama pribadi silakan. Kalau ada yang bawa nama alamamater itu berarti kurang pede,” ungkap Din saat ditemui awak media usai menggelar rapat di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (30/1).
Dijelaskan Din, alumni Gontor yang menggunakan nama Gontor untuk mendukung paslon capres-capres nomor urut 01 atau nomor urut 02 cenderung kurang percaya diri. Karena itu, Din pun tidak mau membawa almamater Gontor untuk kepentingan politik.
“Baik dukung 02 atau 01 tidak boleh. Kalau saya sih itu gejala psikologis inferior. Gak pede kalau gak bawa nama almamaternya yang besar dan cenderung manipulasi. Kalau saya tidak tertarik dan cenderung tidak setuju,” ucap Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
Sebelumnya, ada komunitas alumni Pondok Modern Gontor yang mengatasnamakan Gontorians for NKRI (G4NKRI) yang mendeklarasikan dukungan terhadap paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf di Rumah Kerja Relawan #01 Jakarta, Selasa (29/1).
Namun, Koordinator G4NKRI, Ruchul Maβani mengatakan, sikap politiknya tersebut sama sekali tidak mewakili Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Menurut dia, sikapnya juga tidak mewakili sikap dan pilihan politik keseluruhan alumni Pondok Modern Gontor yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang.
“Sikap dan pilihan politik yang kami ambil ini sama sekali tidak mewakili Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur, yang merupakan Lembaga Pendidikan yang telah berkomitmen untuk tidak melibatkan diri dalam percaturan politik,” ujar Ruchul Ma’ani dalam siaran persnya, Selasa (29/1). [Muhammad Khaerul Muttaqien]


















