Gunungkidul, Gontornews — Kekeringan masih melanda sebagian wilayah Indonesia, salah satunya di Kabupaten Gunungkidul. Meski sudah beberapa kali turun hujan, ketersediaan air bersih masih cukup sulit didapat. Menyikapi hal tersebut Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) DI Yogyakarta berkolaborasi mengirimkan air bersih, Selasa (26/11).
Pendistribusian air bersih kala itu merupakan salah satu rangkaian pemberian air bersih yang sudah berjalan sejak Agustus lalu. Total 120 tangki air atau setara 480 ribu liter air bersih telah terdistribusi di DI Yogyakarta.
Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, kolaborasi pendistribusian air bersih ini merupakan wujud kepedulian UII sebagai kampus yang aktif dalam penanganan permasalahan sosial dan kemanusiaan. Salah satunya ialah kekeringan yang melanda Gunungkidul.
“Kami terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya mereka yang sedang tertimpa bencana,” ungkap Fathul dilansir dari actnews.
ACT dan UII mendistribusikan air ke Kecamatan Nglipar dan Pathuk, Gunungkidul. Sebanyak 44 ribu liter air bersih disalurkan ke warga dengan total penerima manfaat sebanyak 763 jiwa. Jumlah ini tentu menambah jumlah keseluruhan air bersih yang telah didistribusikan ACT selama kekeringan di DI Yogyakarta.
Kharis Pradana, Kepala Program ACT DI Yogyakarta mengatakan, ACT terus melakukan pendistribusian air bersih menggunakan Humanity Water Tank. Pendistribusian ini telah dilakukan sejak awal musim kemarau. Hingga saat ini, pendistribusian air bersih pun masih terus berlangsung.
“Dari rekapitulasi yang kami data, ACT telah mendistribusikan lebih dari 1,5 juta liter air selama kemarau tahun 2019,” jelasnya, Jumat (29/11).


















