Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern Divisi Keputrian pada beberapa bulan terakhir dinilai sukses mempersatukan kembali ukhuwah Islamiyah antaralumni Gontor Putri dari tahun 1994 hingga tahun 2021.
Pembentukan Divisi Keputrian bertujuan merangkul alumni Gontor Putri dengan berbagai permasalahannya. Divisi Keputrian ini menjadi subbagian IKPM yang berfokus pada kegiatan keputrian karena aktivitas dan masalah perempuan berbeda dengan laki-laki. Karena itu, pembentukan Divisi Keputrian IKPM ini menjadi hal yang sangat signifikan.
Dalam perkembangannya, Divisi Keputrian PP IKPM dirasa membutuhkan beberapa kepanitiaan terkait dengan berbagai macam kegiatan yang akan diselenggarakan. Alasannya karena jumlah alumni Gontor Putri yang semakin banyak dan kini telah mencapai dua puluh sembilan angkatan.
Sejak Mei 2021, Divisi Keputrian membentuk kepanitiaan yang dinamai FORSA-GP (Forum Silaturahim Alumni Gontor Putri). Menurut Ustadzah Iif Atikah, Divisi Keputrian PP IKPM Gontor, FORSA-GP merupakan satu-satunya forum alumni lintas marhalah Gontor Putri yang diakui PP IKPM dan berada di bawah koordinasi langsung Divisi Keputrian PP IKPM.
βDiharapkan kehadirannya bisa menjadi wadah yang maksimal dalam mengeksplorasi potensi alumni Gontor Putri setelah lulus, sesuai versi terbaik mereka tanpa keluar dari khitah atau nilai-nilai Gontor,β tutur Ustadzah Iif yang juga dosen Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor.
Diketuai oleh Ustadzah Elizabeth Diana Dewi BHsc MIR, setelah terbentuk, FORSA-GP telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi seluruh alumni Gontor Putri. βMulai dari alumni perdana tahun 1994 hingga alumni 2021 terlibat aktif dalam rangkaian agenda-agenda FORSA-GP,β jelas sang ketua panitia kepada Majalah Gontor.
Di antara kegiatan yang telah dilaksanakan panitia Divisi Keputrian tersebut adalah pendataan alumni Gontor Putri, penguatan koordinasi antar marhalah, penyelenggaraan doa bersama untuk kekuatan umat, dan serangkaian perlombaan menyongsong Reuni Akbar Virtual Alumni Gontor Putri dalam rangka menuju satu abad Gontor.
PP IKPM Gontor, Divisi Dakwah dan Pendidikan, Ustadz Saepul Anwar MPd saat memberi sambutan dalam acara Doa Bersama untuk Kekuatan Umat menyampaikan bahwa PP IKPM sangat mengapresiasi atas gerakan alumni Gontor Putri ini dan semoga membawa berkah (kebaikan yang selalu bertambah) dan manfaat.
Sekarang kegiatan yang terdekat adalah membuat berbagai webinar yang bisa menggandeng tiga generasi alumni Gontor Putri. Generasi X yang terdiri dari alumni angkatan tahun 1994-2000, generasi millenial yang diwakili alumni angkatan tahun 2001-2016, dan generasi Z yang diwakili oleh alumni angkatan tahun 2017-2021.
Kegiatan itu diawali dengan beberapa lomba yang bertujuan untuk mengingatkan kembali alumni Gontor Putri kepada sejarah dan nilai-nilai kepondokmodernan, di antaranya adalah lomba cerdas cermat tentang kepondokmodernan dan lomba pidato tiga bahasa, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Ibarat membangunkan singa-singa betina yang tertidur, istilah itu dirasa cocok untuk menggambarkan antusias alumni yang berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan. βAlhamdulillah pada dua acara yang diselenggarakan Divisi Keputrian PP IKPM ini berhasil mengguncang media sosial selama hampir satu bulan,β terang Ustadzah Iif Atikah.
Kegiatan awal itu pun tidak hanya diikuti oleh alumni Gontor Putri yang berdomisili di Indonesia, tetapi tercatat banyak yang berdomisili di luar negeri juga sangat antusias dan intens mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan. Begitu sudah sampai pada kata Gontor Putri, semangat alumni dalam bergerak memang tidak pernah padam.
Bisa dibilang, semua sepakat langsung disambung dengan kalimat: jika ibu kandung sudah memanggil, maka kami akan datang. βLuar biasa masya Allah, dan semua lomba diikuti dengan serius, sepenuh hati, sungguh-sungguh, dan tidak hanya sekadar berpartisipasi,β jelas Ustadzah Elizabeth.
Hal ini dibuktikan dengan kehadiran para peserta di setiap acara yang diselenggarakan via Zoom Meeting. Tercatat peserta yang aktif mengikuti acara bisa mencapai 740 peserta via Zoom Meeting dan hampir 600 peserta mengikuti via streaming YouTube. Bahkan, kala perdana disyiarkan di akun media sosial pun ribuan penonton turut meramaikannya.
βPanitia sangat menyadari pentingnya wadah dan sarana alumni Gontor Putri untuk bersilaturahim, berdialog, juga saling mengisi satu sama lain melalui medsos,β tambah Elizabeth, diplomat yang kini tengah bertugas di Turki tersebut.
Ia menambahkan bahwa perangkat medsos diperlukan untuk mendiseminasikan visi misi panitia juga program-program untuk alumni yang menginternalisasikan ajaran dan nilai kepondokmodernan. Selain itu, alumni Gontor Putri juga dirasa membutuhkan sarana agar aspirasinya dapat langsung ditindaklanjuti.
Kegiatan-kegiatan di atas sejatinya menjadi langkah awal untuk mendeteksi dan memetakan alumni Gontor Putri. Selain pendataan alumni Gontor Putri, Divisi Keputrian PP IKPM juga masih mempunyai satu agenda besar, yaitu mengadakan acara Reuni Akbar Virtual Alumni Gontor Putri perdana di seluruh dunia.
Sembari menunggu kepastian tanggal Reuni Akbar Virtual Alumni Gontor Putri karena menyelaraskan dengan kegiatan pimpinan pondok, saat ini Divisi Keputrian sedang membuat lomba karya tulis bagi alumni-alumni Gontor Putri.
Kelanjutan dari lomba karya tulis ini masih panjang karena karya-karya yang masuk tidak akan didiamkan. βKami akan menyampaikan pada rekan media yang mu’tabar dan kompeten di bidangnya, termasuk Majalah Gontor,β terang alumnus Gontor Putri 1999 akhir itu.
Meski periode lomba sudah selesai, Ustadzah ELizabeth mengharapkan semoga tetap ada karya-karya alumni yang masuk. Dengan begitu, nantinya bisa turut dikumpulkan menjadi sebuah karya buku yang manfaatnya tak lekang dirasakan orang banyak, tentunya sebagai syiar dakwah alumni.
Kiprah alumni Gontor Putri ini diharapkan akan terus berkelanjutan dan mendukung terwujudnya persatuan alumni Gontor Putri di bawah naungan PP IKPM Gontor yang berpegang teguh pada al-Qurβan dan as-Sunnah yang terinternalisasi dalam falsafah hidup Pondok Modern Gontor.
Ustadzah ELizabeth pun lantas berpesan agar alumni tetap memupuk ukhuwah Islamiyah. Panca Jiwa adalah akidah yang diamalkan di Pondok Gontor, maka jangan bosan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. βJanganlah bosan menjadi orang baik dan tetaplah menjadi alumni yang mu’tabar, musta’mal, juga muhtaram,β pungkasnya. []






















