Ankara, Gontornews — Hanya delapan dari 1.000 orang yang mengembangkan kekebalan terhadap virus corona di Turki, kata seorang dokter di Dewan Ilmu Pengetahuan Kementerian Kesehatan, sambil memperingatkan masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah yang diberlakukan oleh pihak berwenang.
“Tingkat orang yang terinfeksi dan mengembangkan kekebalan terhadap virus ini hanya delapan dari 1.000. Angka ini sangat rendah. Ini berarti bahwa kita dapat menghadapi penyakit ini,” kata Prof Dr Seçil Özkan dari Universitas Gazi Ankara, Turki, dikutip hurriyetdailynews.com.
Tingkat kekebalan ditentukan sebagai hasil dari tes antibodi Kementerian Kesehatan.
“Rencananya akan dilakukan pada 153.000 orang. Sampai sekarang, 118.000 telah dilakukan. Ini jumlah yang sangat besar,” tambahnya.
“Di sisi lain, ini juga berarti bahwa kami telah melakukan tindakan dengan sangat baik sejak 11 Maret,” tambah Ozkan, merujuk pada kasus pertama positif COVID-19 yang dikonfirmasi di negara itu.
“Untuk dapat mengatakan ‘penyakit sudah berakhir’, jika tingkat kekebalan 60 persen di antara populasi,” katanya.
Dia menekankan perlunya mengikuti aturan yang diberlakukan oleh pihak berwenang, yang telah mewajibkan pemakaian masker di banyak provinsi dan terus-menerus mendesak orang untuk menjaga jarak fisik mereka, sampai vaksin ditemukan.
Selain mengingatkan kepada kelompok usia lanjut yang rentan terhadap penyakit, Ozkan memperingatkan para pemuda untuk juga mengikuti protokol kesehatan.
“Mereka membawa risiko besar. Mereka pikir mengalami penyakit ringan, tetapi mereka tidak tahu apa yang dapat dilakukan virus terhadap sistem kekebalan tubuh mereka,” tambahnya.
Dia mendesak kaum muda untuk mengikuti aturan secara ketat dan menjadi teladan bagi anak-anak dan orangtua. []




















