Manusia itu lemah namun manusia mempunyai kekuatan bersama. Allahlah yang menguatkan kita. Semua kekuatan datangnya dari Allah maka kita harus meminta pertolongan kepada-Nya. Kekuatan lahir dan batin.
Bila kita menghadapi bermacam-macam masalah besar baik pribadi atau kelompok lembaga atau organisasi, apa yang kita harus kita kerjakan? Kerjakan secara bersama-sama; al-barokatu ma’a al-jamah.
1. Mempunyai i’tikad yang baik
Sebelum kita melangkah pada suatu langkah hendaknya kita mempunyai i’tikad yang baik. Langkah yang baik, dan i’tikad yang baik adalah setengah perjalanan. Kita akan mengarungi perjalanan kehidupan yang lain. Rencana dan planning kamu yang akan datang secara pribadi sebagai guru, atau sebagai pembantu pondok maka harus dengan i’tikad dan niat yang baik. Untuk menciptakan nawaitu yang baik.
2. Ikhlas
Belum tentu dengan niat yang baik itu akan ikhlas. Seperti kirim surat dialamatkan kepada yang terhormat Tuhan. Maka kita membutuhkan alamat yang benar maka kita bacakan asmaul husna, bila kita hanya meminta saja maka sulit akan sampai. Bila jelas Tuhan yang mana maka akan sampai. Maka, semua apa yang kita kerjakan itu lillah.
3. Melihat dan menguasai permasalahan
Banyak orang yang mempunyai niat yang baik dan ikhlas lillah akan tetapi tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan. Maka mengetahui medan dan pekerjaan yang kalian kerjakan, menjadi guru, menjadi mahasiswa menjadi pembantu pondok. Kenalillah pekerjaanmu dan perjuanganmu. Maka inilah yang banyak menyebabkan kalah dan patah, terjerumus. Mengukur kemampuan ini bisa dikerjakan atau tidak, lihat dulu.
4. Mengukur diri dengan cara disiplin
Mempunyai kemampuan untuk bertahan untuk istiqamah, dengan disiplin. Ali bin Abi Thalib mengatakan:
الحق بلا نظام يغلبه الباطل بالنظام
Hak atau suatu kebenaran tanpa disiplin maka akan dikalahkan oleh kejahatan yang berdisiplin.
5. Tawakal kepada Allah
Bila kita sudah mengerjakan segalanya dengan niat yang baik, ikhlas kepada Allah, disiplin, semuanya kita serahkan kepada Allah SWT. Karena fa idza ’azamta fa tawakkal a’lallah.
6. Istiqamah
Tetap, mantap tidak niat sana-niat sini, hati tidak setengah-setengah. Juga tidak hanya diam saja tanpa mengerjakan apa-apa. Maka kita harus menerima apa yang diberikan kepada kita. Jangan tanggung-tanggung menjadi guru, membantu Pondok, menjadi pimpinan Pondok.
Bila kita kerjakan semuanya maka kita meningkat dengan tanpa kita rasakan. Mencoba kemampuan puncak. Kita mempunyai daya dan kemampuan yaitu daya dorong, daya bertahan, daya suai, inisiatif dan dinamis. []
Masjid Pusaka, Ahad 20 November 2005





















