Jakarta, Gontornews–Indonesia telah merdeka selama 71 tahun, namun sampai tahun ini masih banyak siswa SD yang putus sekolah. Jumlah siswa SD yang putus sekolah mencapai 500 ribu siswa dari 31 juta siswa SD di seluruh Indonesia.
Data ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra usai rapat kerja dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (13/10). Tak hanya prihatin, Sutan meminta supaya pemerintah serius menangnani anak putus sekolah.
“Indonesia telah merdeka selama 71 tahun, ternyata sampai tahun ini masih banyak siswa SD yang putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab putus sekolah anak negeri ini karena permasalahan ekonomi. Ditambah, kebijakan pendidikan dalam bentuk beasiswa massal seperti Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai kurang tepat sasaran.
“Terus terang saya sangat sedih melihat kondisi ini, bagaimana mungkin di saat kita sudah sampai final membicarakan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu dan persaingan global, tapi faktanya tiap tahun setengah juta anak-anak kita harus berhenti di sekolah dasar,” jelasnya seperti dilansir dari antara.
Ia berharap pemerintah segera membuat program yang lebih menyentuh kalangan kurang mampu di negeri ini. Berdasarkan Ikhtisar Data Pendidikan Kemdikbud Tahun 2015/2016, terdapat 946.013 orang siswa lulus SD yang tidak melanjutkan ke SMP. Adapun jumlah siswa melanjutkan ke SMP tetapi tidak lulus sebanyak 51.541 orang sehingga ada 997.554 anak Indonesia yang hanya berstatus tamatan SD pada 2015/2016.
Adapun siswa yang lulus SMP tetapi tidak melanjutkan studi ke SMA/SMK sebanyak 99.406 orang. Ditambah dengan jumlah siswa SMA/SMK yang gagal melanjutkan studi 118.353 orang, maka total warga Indonesia yang hanya memegang ijazah SMP pada 2015/2016 ialah 217.759 orang.
Situasi itu cukup memprihatinkan karena ada 68.066 anak lain yang tidak melanjutkan studi di SD pada 2015/2016. Jika hal itu terus terjadi setiap tahun, maka jumlah orang Indonesia yang hanya memegang ijazah SD akan terus meningkat.
Ia mengingatkan bahwa salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030 menghendaki agar seluruh warga dunia bisa mengenyam pendidikan hingga SMA/SMK. [Ahmad Muhajir]






















