Sana’a, Gontornews — Serangan pesawat tak berawak (drone) Houthi telah menewaskan sedikitnya lima tentara Yaman dan melukai beberapa perwira senior Yaman, termasuk kepala staf negara itu. Demikian kata pejabat pemerintah dan jurubicara Houthi seperti dikutip Aljazeera.
Serangan Kamis (10/1) terhadap parade militer di pangkalan militer al-Anad melukai sedikitnya 20 personil militer, kata pejabat itu, termasuk Mohammad Saleh Tamah, kepala Dinas Intelijen Yaman, Mohammad Jawas, seorang komandan militer senior dan Ahmed al-Turki, gubernur Provinsi Lahij.
Abdul Guddoos al-Shahari, jurubicara Houthi, mengatakan bahwa kepala staf angkatan darat Yaman, Abdullah Al-Nakhee, juga terluka dalam serangan itu.
“Intelijen kami mencegat komunikasi antara komandan musuh di mana mereka menyebutkan bahwa kepala staf terluka,” kata al-Shahari.
Dia menambahkan bahwa pesawat tak berawak membawa 70 – 100 kilogram bahan peledak, dan diledakkan ketika terbang di atas panggung utama parade militer.
Abdul Malik Al-Houthi, pemimpin gerakan Houthi, telah mengumumkan strategi menggunakan pesawat tak berawak dan rudal balistik pada tahun 2017. Kelompok ini berperang dengan koalisi yang dipimpin Saudi-UEA yang memulai serangan militernya di Yaman pada Maret 2015, setelah Houthi menyerbu ibukota, Sana’a, pada 2014.
Sejak 2017, pemberontak telah melancarkan beberapa serangan balistik dan pesawat tak berawak ke negara tetangga Arab Saudi dan pasukan di negara itu yang loyal kepada pemerintah Yaman.
Jaringan TV Houthi juga mengonfirmasi serangan itu, dan menambahkan bahwa serangan itu menargetkan “penjajah dan tentara bayaran”.
Namun, seorang pejabat senior tentara Yaman mengatakan, pesawat itu meledak jauh dan tidak melukai siapa pun.
“Kita semua aman, situasi kita baik dan kesehatan kita baik,” kata Jenderal Thabit Jawas dalam sebuah video yang beredar luas.
Namun, video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa drone itu meledak hanya beberapa meter di atas tempat para pejabat Yaman duduk. Dalam satu video, seorang perwira Yaman tampak mengeluarkan banyak darah dari tubuhnya. [Rusdiono Mukri]





















