Karachi, Gontornews –– Masyarakat Pakistan mulai dari politisi, masyarakat sipil dan aktivis media sosial secara resmi meluncurkan kampanye “Beli Lira” selama tiga hari di Pakistan.
Diwartakan Anadolu (18/8), politisi, pedagang, aktivis media sosial dan aktivis masyarakat sipil, dan wartawan berkumpul di Islamabad Press Club sebagai wujud solidaritas mereka untuk Turki.
Dalam kesempatan itu banyak orang Pakistan bergegas menuju tempat penukaran uang untuk membeli lira Turki di ibukota Islamabad, Karachi, Lahore dan kota-kota lainnya sebagai wujud solidaritas mereka untuk membantu Turki, yang menghadapi tekanan keuangan.
Abdul Rasheed Turabi, seorang anggota parlemen dari Azad Kashmir, mengatakan, mereka mengikuti kegiatan tersebut untuk mengekspresikan solidaritas mereka kepada Turki. “Kami telah berkumpul di sini untuk mengekspresikan solidaritas (kami) untuk pemerintah Turki dan orang-orang Turki,”ungkapnya.
Menurutnya, setiap negara memiliki hak untuk mengatur urusannya sesuai dengan hukumnya sendiri. “Tidak ada negara yang berhak ikut campur dalam urusan negara lain. Turki memiliki hak untuk membela kedaulatannya,” tandasnya.
Tidak hanya politisi, Presiden Asosiasi Pedagang Kecil Karachi, Mahmood Hamid juga membeli 200 lira dari pertukaran uang lokal dari pasar Zainab.
Dikatakan Mahmoud, orang Turki tidak boleh menganggap mereka sendirian dalam perang melawan hegemoni. “Rakyat Pakistan bersama mereka,” katanya kepada Anadolu Agency.
Upaya solidaritas yang terus berlangsung ini ternyata berhasil menarik perhatian dari ribuan orang Pakistan untuk membeli mata uang Turki.
“Kami mengatur lira Turki secara darurat karena permintaan untuk mata uang telah meningkat dalam beberapa hari terakhir,” kata Khalid Hussain, seorang pejabat di Piracha Money Exchange Karachi.
“Sebelumnya, lira bukan mata uang yang populer di Pakistan, itu sebabnya kami memiliki stok terbatas. Namun permintaan untuk lira Turki mencatat peningkatan mendadak dalam beberapa hari terakhir, ”katanya.
Menurut Hussain, Ahad lalu, satu lira dijual seharga 21 rupee Pakistan di Pakistan. Saat ini, satu lira dijual seharga 25 rupee, sedangkan di pasar gelap, harganya lebih tinggi, naik menjadi 28 rupee.
Seperti diberitakan sebelumnya, belakangan ini (18/8) hubungan Turki dan AS ini belum berangsur membaik setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap dua menteri pemerintah karena tidak melepaskan pendeta Amerika, Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.
Kemudian Pada 10 Agustus, Presiden Donald Trump menggenjot serangannya ke Turki dengan menggandakan tarif AS atas impor aluminium dan baja Turki.
Rabu lalu, sebagai pembalasan, Turki kemudian meningkatkan tarif pada beberapa produk asal AS, termasuk produk tembakau dan mobil. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















