pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Sukses

Dwisuryo Indroyono Soesilo: Insya Allah Kita Masuk Dewan ICAO

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
10 years ago
in Sukses
0

“Insya Allah kita menang,” kata Prof Dr Ir Dwisuryo Indroyono Soesilo MSc, Utusan Khusus Indonesia untuk ICAO, mengomentari peluangnya dalam pemilihan Anggota Dewan ICAO,  September mendatang di Montreal, Kanada.

ICAO (International Civil Aviation Organization) adalah organisasi penerbangan sipil dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tahun ini Indonesia maju dalam pemilihan anggota Dewan ICAO sebagai wakil regional bersaing dengan Malaysia. Pemilihan berlangsung tiga tahun sekali. Dalam pemilihan kali ini Indonesia mengajukan nama Dwisuryo Indroyono Soesilo. Siapakah pria yang akrab disapa Indroyono itu?





Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1955, itu pernah menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman Kabinet Kerja Jokowi-JK. Namun ia kena reshuffle ketika Presiden Jokowi merombak kabinetnya. Kecewakah dia?

BACA JUGA

Meracik Kesuksesan: Kisah Yani Membangun Brand ‘Karyani’ Bumbu Dapur Premium

Amir Hamzah, Alumni Gontor di Balik Cross Border E Commerce Master Bagasi

Ummi Kulsum Raih Penghargaan Best Presenter di Konferensi Internasional

Ary Raharjo: Gontor Memberikan Modal Dasar sebagai Diplomat

Ceritanya Cheriatna Bangun Usaha Cheria Halal Holiday

Indroyono lama mengabdikan diri di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Di sini, ia mengawali kariernya sebagai Kasubdit Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam Matra Dirgantara (1990-1993), dan setelah itu ia menduduki berbagai jabatan penting di BPPT dan instansi pemerintah lainnya.

Di BPPT, ia pernah dipercaya menjabat Direktur Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam. Pada tahun 1999 ia diangkat menjadi Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Setelah itu ia menjadi Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP), 2001-2008. Selanjutnya ia diangkat menjadi Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Republik Indonesia.



Sebagai Sesmenko Kesra, ia bertanggung jawab untuk memastikan koordinasi yang baik di antara 17 Kementerian dan Badan yang mengelola masalah-masalah yang terkait dengan pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, kemiskinan, perumahan, makanan, gizi, perempuan, anak, dan pembangunan berkelanjutan.

Indroyono lalu dipercaya pemerintah untuk mengikuti pemilihan Direktur Jenderal FAO (Food and Agriculture Organization) periode 2012-2015 yang berlangsung di Roma pada 25 Juni-2 Juli 2011. Ia maju mewakili Indonesia dan negara ASEAN, bersaing dengan empat kandidat lain dari Austria, Brasil, Iran, dan Irak. Indroyono pun kemudian menjabat sebagai Direktur I FAO. Namun jabatan ini ia tinggalkan saat dipanggil pulang ke Tanah Air untuk diangkat menjadi Menko Kemaritiman.

Meraih gelar Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Geologi tahun 1979, Indroyono kemudian meraih gelar Master of Science (MSc) dari University of Michigan, Amerika Serikat, tahun 1981. Ia lalu mengambil program doktor bidang Geologic Remote Sensing di Universitas Iowa, AS dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) pada tahun 1987.

Usai meraih gelar doktor, pakar di bidang Teknologi dan Aplikasi Satelit Penginderaan Jauh (Remote Sensing) ini pulang ke Indonesia. Padahal ia ditawari kerja dengan gaji gede di AS. Namun, ia lebih memilih menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di BPPT dengan gaji pas-pasan. Baginya, gaji kecil tak masalah, yang penting bisa mengabdi untuk negeri tercinta. Dan hasil-hasil karyanya bisa berguna bagi bangsa Indonesia. Maka suami Dr Ir Nining Sri Astuti MA ini pun memulai meniti karirnya di BPPT.

Sebagai ahli remote sensing, Indroyono pernah menjadi anggota tim pembangunan stasiun bumi satelit remote sensing di Pare-Pare,  Sulawesi Selatan. Ia pun ikut mendukung pembangunan 120 pusat pengolahan data satelit remote sensing di Indonesia (1987-1992). Dan peluang membangun teknologi remote sensing di Indonesia makin terbuka lebar ketika ia dipercaya menjabat  Kepala Sub-Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) BPPT, 1995-1997.

Sebagai ilmuwan, Indroyono telah menghasilkan 86 karya tulis ilmiah di bidang Aplikasi Remote Sensing untuk Eksplorasi Geologi, Pengelolaan Sumberdaya Alam, Perikanan, Mitigasi Bencana, Iptek Kelautan, dan Geologi. Karya tulisnya tidak hanya dipublikasikan di Indonesia, tapi juga di mancanegara seperti Prancis, AS, Kanada, Jerman, Portugal, Italia, Australia, Filipina, Thailand, dan Jepang.

Ayah tiga anak ini kemudian menjabat sebagai Direktur I FAO yang membidangi Perikanan dan Sumberdaya Perikanan Budidaya, sebelum dipanggil pulang oleh Jokowi untuk menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman. Meski kemudian ia menduduki jabatan itu tak sampai setahun. Marahkah Indroyono? Sudah meninggalkan posisinya di Roma dengan gaji yang tentu lebih besar dari gaji menteri di Indonesia tapi kemudian ‘disia-siakan’?

“Saya sedang transit di Denpasar, on the way from Timika to Jakarta,” ujarnya ketika wartawan mencoba menghubunginya saat Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2015.

Kendati sudah tak jadi menteri, namun kesibukan Indroyono tidak berkurang. Ia saat ini menjabat di beberapa instansi pemerintah, salah satunya sebagai Utusan Khusus Menteri Perhubungan RI untuk ICAO.

Sejak diangkat menjadi Utusan Khusus Menteri Perhubungan untuk ICAO pada 28 Agustus 2015, ia bekerja keras mengupayakan Indonesia untuk menjadi Anggota Dewan ICAO periode 2016 – 2019. Ia rajin menggalang dukungan dari 191 negara yang menjadi anggota ICAO agar memberikan suaranya untuk Indonesia, khususnya suara dari negara-negara Asia, Afrika, dan Pasifik.

Pemilihan Anggota Dewan ICAO akan digelar di sela-sela Sidang Umum ICAO ke-39 yang akan digelar pada 27 September – 7 Oktober 2016 di Montreal, Kanada.

Indroyono bertekad agar Indonesia bisa menjadi Anggota Dewan ICAO demi mengembalikan reputasi penerbangan Indonesia dan menjaga kepentingan Indonesia. “Dengan menjadi anggota Dewan ICAO, Indonesia bisa mewarnai kebijakan penerbangan internasional dan mengambil manfaat dari kedudukan itu,” papar Indroyono kepada Gontornews.com.

Perekayasa Utama Kehormatan

Bagi putra mendiang Menparpostel dan Menkopolkam Soesilo Soedarman di era Soeharto ini, jabatan bukanlah segalanya. Kendati tak lagi menjadi menteri, ia terus bekerja dan berkarya. Sebagai seorang Muslim ia yakin bahwa perbuatan atau amal baik yang telah dedikasikan untuk bangsa dan negara tidak ada yang sia-sia.

Dan benar, Rabu, 3 Agustus 2016, Indroyono memperoleh penghargaan atau anugerah “Perekayasa Utama Kehormatan” dari BPPT. Penganugerahan gelar kehormatan ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah dan dunia profesi terhadap kapabilitas, kapasitas, dan profesionalisme Indroyono sebagai ilmuwan. Ia dinilai sebagai tokoh inovator yang berhasil memanfaatkan iptek untuk industri kemaritiman.

“Gelar  ini diberikan kepada orang pilihan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan diharapkan perekayasa dapat bekerja profesional, memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” papar Kepala BBPT Dr Ir Unggul Priyanto MSc yang memberikan langsung penghargaan itu kepada Indroyono.

Yang membahagiakan Indroyono, pemberian anugerah itu dihadiri oleh mantan Menristek yang juga Presiden RI ketiga BJ Habibie, ilmuwan yang sangat ia kagumi.

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS at-Taubah: 105)

[Rusdiono Mukri]

Tags: ICAOIndroyono SoesiloMenko Kemaritiman
Share29Tweet18Send
Previous Post

Irman Faiz Raih Mahasiswa Berprestasi 2016

Next Post

Keuntungan Jadi Anggota Dewan ICAO

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result