California, Gontornews — Sebuah penelitian yang terbit di jurnal medis The Lancet, Senin (4/10/2021), menemukan bahwa kemanjuran vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech turun di bawah 50 persen pascaenam bulan penyuntikan dosis kedua.
Dalam penelitian yang didanai oleh Pfizer-BioNTech, efikasi vaksin mencapai 88 persen pada bulan pertama setelah mendapatkan vaksinasi penuh. Tetapi, efikasinya menurun hingga 47 persen sekitar enam bulan setelah vaksinasi dosis lengkap. Meski demikian, perusahaan mengklaim bahwa vaksin ini efektif terhadap varian Delta yang sangat menular.
“Hasil penelitian kami memberikan dukungan untuk efektifitas tinggi terhadap penerimaan hingga sekitar enam bulan setelah vaksinasi penuh. Bahkan, dalam menghadapi penyebaran delta,” kata Luis Jodar, Wakil Presiden sekaligus chief medical officer Pfizer Vaccines yang dilansir Reuters.
“Pengurangan efikasi vaksin terhadap infeksi Sars-Cov-2 dari waktu ke waktu terjadi karena berkurangnya kekebalan seiring waktu dan bukan terkait dengan varian delta yang lolos dari kekebalan vaksin,” sambungnya.
Perlindungan vaksin Pfizer efektif untuk mencegah perawatan pasien hingga 93 persen setidaknya hingga enam bulan penyuntikan dosis penuh.
Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan catatan elektronik sistem perawatan kesehatan Kaiser Permanante Southern California (KPSC) pada pasien berusia 12 tahun ke atas. Peneliti mengamati 3,4 juta orang dlaam sistem carsee kesehatan KPSC dalam periode Desember 2020 hingga Agustus 2021.
Para peneliti menyebut bahwa individu yang telah mendapatkan dosis vaksin Pfizer secara penuh memiliki perlindungan efektif hingga 73 persen terhadap infeksi Covid-19 dan 90 persen efektif untuk mencegah rawat inap di rumah sakit karena Covid-19.
“Kami menegaskan kembali bahwa vaksinasi dengan Pfizer tetap menjadi alat penting untuk mencegah Covid-19, terutama rawat inap terkait Covid-19 yang disebabkan oleh semua varian kekhawatiran saat ini,” tutup penelitian mereka. [Mohamad Deny Irawan]




















