Gontornews — Lumajang dikenal dengan Kota Pisang, karena banyaknya pohon pisang dan menjadi mata pencaharian sebagian warganya. Lumajang merupakan wilayah yang berbatasan dengan daerah yang memiliki alam pegunungan seperti Jember, Malang dan Probolinggo.
Satu hal yang tak kalah penting adalah tempat wisata di Lumajang yang diketahui cukup menawan adalah Gunung Semeru. Namun bukan berarti hanya ada Gunung Semeru saja yang menjadi daya tarik utama tempat-tempat wisata disana. Masih banyak destinasi yang bisa Anda temukan ketika berlibur di Lumajang.
Di sekitar pegunungan ini, terdapat beberapa destinasi ranu atau danau yang bias dinikmati oleh wisatawan. Mulai dari Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Pakis, Ranu Klakah dan lainnya. Berikut referensi yang bisa membantu liburan Anda menjadi lebih mengesankan menenangkan diri di tepi Ranu.
Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo ialah sebuah danau air tawar yang ada dalam naungan pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terdapat di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Danau ini memiliki luas area kurang lebih 15 hektar.
Untuk beberapa pecinta alam serta backpacker, Ranu Kumbolo merupakan tempat yang tidak asing lagi. Lantaran danau ini adalah tempat transit untuk mereka yang akan meneruskan perjalanan untuk mendaki puncak Mahameru di Gunung Semeru yang disebut puncak paling tinggi di pulau Jawa.
Dengan debet air yang tidak pernah kurang, Ranu Kumbolo selalu memperoleh perhatian dari beberapa pendaki untuk membangun tenda atau camping di tempat ini.
Ada kekhasan sendiri di balik indahnya Ranu Kumbolo, yakni saat matahari mulai terbit diantara dua buah bukit hijau yang nampak perlahan-lahan serta membuat perhatian mata kita tak dapat menampik untuk menikmatinya.
Belum lagi situasi danau saat kabut mulai turun di saat sore hari dipadukan dengan air danau sungguh panorama yang tidak dapat terucapkan. Sewaktu malam tiba kita bakal disuguhi gugusan bintang dari galaksi Bima Sakti yang belum pasti dapat kita saksikan pada saat kita ada di kota-kota besar lantaran silaunya sinar lampu kota yang demikian jelas.
Ranu Pani
Semeru tidak hanya puncak megah berpanorama negeri di atas awan. Pada Ketinggin diantara awan itu ada sebuah Desa, yakni Ranu Pani. Berada di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut, desa iniadalah desa terakhir sebelum mencapai Semeru.
Bagi para pendaki Gunung Semeru, Ranu Pani merupakan pos terakhir untuk pendakian ke Puncak Mahameru. Karena keindahan alam dan adanya danau vulkanik serta keramahtamahan masyarakat Suku Tengger, desa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang senang berpetualang di alam terbuka.
Sekali pun desa ini berada di lereng Gunung Semeru, tidak pernah mengalami ‘bencana alam’ yang diakibatkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Saat terjadi peningkatan aktivitas Semeru, debu vulkanik senantiasa menyembur ke timur laut sedangkan Desa ini berada di utaranya. Demikian juga, jika terjadi guguran lahar dingin,selalunya mengalir ke arah timur.
Desa ini memiliki tiga danau yang terkenal yakni Danau Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo. Sudah cukup lengkap, kamu akan mendapati fasilitas berupa homestay, penyewaan alat camping, dan jasa pemandu jika ingin.
Ranu Regulo
Ranu Regulo memang cocok dijadikan salah satu destinasi bagi para pemburu sunrise. Apalagi jalur yang ditempuh tidak terlalu berat. Hanya perlu berjalan sekitar tiga menit dari pos Resort Ranu Pane yang berada di atasnya.
Aksesnya pun cukup mudah. Bahkan, jalan setapaknya sudah di paving beton. Sehingga mempermudah bagi wisatawan yang berjalan kaki. Ranu Regulo juga menawarkan pemandangan yang tidak kalah eksotis dibanding dua ranu lainnya. Yakni, Ranu Kumbolo dan Ranu Pane.
Biasanya, Ranu Regulo menjadi tempat singgah para pendaki yang akan mendaki ke puncah Gunung Semeru. Ketiga danau tersebut masih dalam satu kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).
Danau-danau tersebut terletak di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro. Sekitar 50 kilometer di sebelah Barat Kabupaten Lumajang. Tepat berada di lereng Gunung Bromo dan Semeru.
Ranu Regulo sangat cocok untuk Teman Traveler yang baru pertama kali mendaki. Meski terasa capek saat mendaki, pemandangan yang disuguhkan sungguh cantik dan menyegarkan mata. Tak heran kalau Ranu Regulo menjadi tempat ciamik untuk pendaki pemula.
Ranu Pakis
Ranu Pakis merupakan sebuah danau yang berada di ketinggian 600 m dari permukaan laut, mempunyai luas 112 hektare, serta kedalaman danau sekitar 25 m dengan air berwarna biru kehijauan. Biasanya warga setempat membudidayakan ikan tawar di sekitar danau.
Ranu Pakis berdekatan dengan Ranu Klakah dan Bedali, sehingga sering disebut sebagai Danau Segitiga Emas oleh warga setempat. Suasana di sini sangat nyaman, udara segar nan sejuk, serta semilir angin yang saling berhembus, semakin menambah kesenangan ketika berlibur.
Fasilitas yang ada di Ranu Paksi lumayan banyak. Terdapat tempat parkir yang luas, rest area untuk melepas lelah, dan juga toilet. Selain itu terdapat tempat beribadah, super market, dan juga rumah makan yang siap memanjakan lidah traveler.
Tidak ada tiket masuk resmi di Ranu Pakis, hanya akan diminta sumbangan secara sukarela. Semua hasil dari sumbangan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengelola Ranu Pakis.
Ranu Pakis terletak di Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Untuk menuju lokasi, dari Lumajang traveler bisa melalui Jalan Merdeka Bodang, yang menjadi rute tercepat untuk menuju Ranu Pakis. Bisa juga melalui Jalan Raya Probolinggo – Wonorejo dan Lumajang – Probolinggo sebagai jalur alternatif. Traveler bisa menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi roda dua dan empat untuk menuju lokasi.
Jika menggunakan kendaraan umum, traveler bisa berhenti di tempat pemberhentian terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan tersebut dengan menggunakan ojek atau berjalan kaki.
Ranu Klakah
Ranu Klakah merupakan salah satu danau alami yang terbentuk dari letusan Gunung Lemongan. Danau ini merupakan danau terluas dan terbesar diantara ketiga danau yang berada di lereng gunung tersebut. Kondisinya masih cukup alami dan menjadi salah satu tempat favorit untuk mencari ikan oleh masyarakat sekitar.
Ranu Klakah terletak di desa Tegal Randu, kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ranu Klakah berada pada ketinggian 900 mdpl dengan luas 22 hektar dan kedalaman mencapai 30 meter.
Pemandangan Ranu Klakah terlihat luas dan tidak terhalang oleh apapun dari area pintu air. Bila tidak tertutup kabut, pemandangan Ranu Klakah akan berlatar Gunung Lemongan (bernama lain Gunung Lamongan/Klakah). Suasana terasa sejuk karena letaknya berada di lereng gunung dan posisinya cukup tinggi. Kondisi air danau cukup bersih dan jernih karena berasal dari beberapa sumber mata air di sekitar danau.
Fasilitas pendukung wisata Ranu Klakah Lumajang yang cukup menarik adalah persewaan perahu motor dan persewaan becak air. Pengunjung dapat menggunakan fasilitas ini dengan membeli tiket pada loket disamping pelabuhan perahu.
Aktivitas yang banyak terlihat di sekitar kawasan Ranu Klakah adalah kegiatan para pemancing dan para penjaring. Mereka banyak terlihat ketika pagi hari dan sore hari namun kadang juga saat siang hari sebagian dari mereka sudah tiba di lokasi. [fath]






















