Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik daftar tuntutan yang diajukan oleh negara-negara yang dipimpin oleh Saudi yang memutuskan hubungan dengan Qatar dan memicu krisis Teluk.
Erdogan mengatakan, daftar tuntutan itu “melawan hukum internasional.”
“Kami ada di pihak Qatar karena kami menilai daftar 13 tuntutan itu melawan hukum internasional,” kata Erdogan seperti dikutip kantor berita Anadolu.
Turki telah menawarkan dukungan kepada Qatar setelah Arab Saudi dan beberapa negara lainnya memutuskan hubungan dengan Qatar atas tuduhan mendanai terorisme dan menimbulkan ketidakstabilan regional.
Pada tanggal 7 Juni, parlemen Turki meloloskan undang-undang dengan cepat untuk mengizinkan pasukan dikerahkan ke pangkalan militer di Qatar, dua hari setelah negara-negara pimpinan Saudi memutuskan hubungan dengan Doha dalam krisis diplomatik terburuk di kawasan itu.
Turki memiliki pangkalan militer di Qatar yang saat ini menampung sekitar 90 tentara Turki.
Pasukan Turki melakukan latihan pertama mereka di pangkalan militer Tariq bin Ziyad awal bulan ini dalam sebuah latihan yang telah lama direncanakan.
Sementara itu Qatar pada hari Sabtu mencela ultimatum tersebut sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan sebuah pelampiasan terhadap kedaulatan emirat tersebut. [Rusdiono Mukri]























