Ankara, Gontornews – Presiden Turki, Racep Tayyep Erdogan, mengatakan bahwa Turki berhasil menghentikan upaya penghancuran ekonomi Turki melalui pelemahan mata uang lira terhadap dolar AS sebanyak 7,0%.
“Itu adalah pembunuhan ekonomi yang menyebabkan (nilai tukar mata uang lira melemah terhadap dolar sebanyak) 7,0%. Kami telah menghentikan serangan ini di beberapa titik,” sebut Erdogan di Ankara sebagaimana dilansir Hurriyyet Daily News.
Erdogan menambahkan bahwa naiknya nilai tukar dolar terhadap lira pada 24 Juni yang hanya 4,6% yang kemudian meningkat tajam sebanyak 7,0% hanya pada periode bulan Agustus saja membuktikan bahwa Amerika Serikat memang menyerang perekonomian Turki.
Demi menanggulangi hal tersebut, Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya menjadi 6,0% pada 13 September 2018 yang lalu. Meski sempat ditolak Erdogan, kebijakan ekonomi ini berdampak pada meningkatnya inflasi di Turki.
Sementara itu, Menteri Keuangan Albayrak mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh Bank Sentral Turki merupakan sebuah langkah merdeka.
“Kami akan melihat dari independensi bank sentral. Ini adalah fase kepribadian saya, dan kesabaran ini memiliki batas,” kata Presiden Erdogan yang menyebut kebijakan bank sentral tersebut akan mengakibatnya gagalnya target inflasi yang telah ditetapkan pemerintah Turki. [Mohamad Deny Irawan]























