Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, tentara Turki telah mulai dikerahkan ke Libya setelah menerima persetujuan dari parlemen pekan lalu.
“Tugas tentara kita di sana adalah koordinasi. Mereka akan mengembangkan pusat operasi di sana. Tentara kita secara bertahap mulai diberangkatkan sekarang,” katanya kepada CNN Turk, Ahad (5/1).
Para prajurit Turki akan mendukung Fayez al-Serraj dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional, yang berbasis di Tripoli.
Erdogan mengatakan Turki tidak mengirim pasukan tempurnya sendiri, tetapi “tim yang berbeda” akan melakukan tugas koordinasi. Personel militer senior Turki akan mengoordinasikan “pasukan tempur” di Libya dan memberikan pelatihan di lapangan, tambahnya.
GNA Tripoli, yang didukung oleh PBB, Turki dan Qatar, terus-menerus dikepung oleh orang kuat militer Jenderal Khalifa Haftar, yang melancarkan serangan pada April. Haftar didukung oleh saingan regional Turki, Uni Emirat Arab dan Mesir, serta pemerintah saingan yang berbasis di Kota Tobruk, Libya timur, yang pada hari Sabtu menolak perjanjian yang akan memungkinkan Ankara mengirim pasukannya.
Parlemen Turki menyetujui RUU pengiriman militer Turki ke Libya setelah GNA meminta dukungan bulan lalu.
Pengumuman Erdogan tentang penempatan tentara Turki datang setelah setidaknya 30 orang tewas dalam serangan terhadap akademi militer di Tripoli pada hari Sabtu. Presiden mengatakan kepada CNN bahwa tujuan Ankara adalah “bukan untuk bertarung,” tetapi “untuk mendukung pemerintah yang sah dan menghindari tragedi kemanusiaan.”
Lebih dari 280 warga sipil dan lebih dari 2.000 pejuang telah tewas sejak awal serangan Haftar, menurut PBB. []






















