Baghdad, Gontornews — Parlemen Irak telah sepakat untuk mengusir pasukan AS dari Irak. Dalam sesi yang luar biasa, anggota parlemen mendukung resolusi untuk meminta pemerintah mengakhiri perjanjian dengan Washington yang menempatkan 5.200 tentaranya di Irak.
Resolusi hari Ahad (5/1) secara khusus menyerukan untuk mengakhiri perjanjian tahun 2014 yang memungkinkan Washington mengirim pasukan ke Irak untuk membantu memerangi kelompok ISIS atau ISIL.
“Pemerintah berkomitmen untuk mencabut permintaan bantuan dari koalisi internasional yang memerangi ‘Negara Islam’ karena berakhirnya operasi militer di Irak dan pencapaian kemenangan,” demikian resolusi itu.
“Pemerintah Irak harus mengakhiri keberadaan pasukan asing di tanah Irak dan melarang mereka menggunakan tanah, wilayah udara, atau air, dengan alasan apa pun.”
Langkah ini memicu respons cepat dari Washington, yang menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.
“Kami mendesak para pemimpin Irak untuk mempertimbangkan kembali pentingnya hubungan ekonomi dan keamanan yang sedang berlangsung antara kedua negara dan kelanjutan kehadiran Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
“Kami percaya, kepentingan bersama AS dan Irak untuk terus memerangi ISIS bersama. AS masih berkomitmen untuk Irak yang berdaulat, stabil, dan makmur.”
Presiden Donald Trump telah mengancam Irak dengan sanksi yang melemahkan, jika negara Timur Tengah itu memaksa pasukan AS untuk keluar dari Irak. []






















