Cholpon-Ata, Gontornews — Turki akan melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang non-dolar dalam setiap perdagangan dan investasi dengan negara lain.
“Kita harus mengurangi monopoli dolar AS secara bertahap dengan menggunakan mata uang lokal dan nasional yang ada di sekeliling kita,” ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (3/9).
Turki dan Rusia terguncang akibat sanksi yang dikenakan oleh Amerika Serikat. Dikatakan Erdogan sanksi AS baru-baru ini menunjukkan Washington berperilaku seperti serigala liar.
“Amerika bertindak layaknya serigala liar. Jangan percaya pada mereka. Menggunakan dolar hanya akan menghancurkan kita. Kita tidak akan menyerah, kita akan menang,” ujar Erdogan.
Diwartakan Anadolu Agency (3/9) saat menghadiri KTT ke-6 Dewan Turki di Pusat Kebudayaan Rukh Ordo di Kyrgyzstan pada Senin (3/9) Erdogan
mengusulkan penggunaan mata uang non dolar karena ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional menjadi kendala bagi Turki.
Diberitakan Aljazeera, Turki saat ini menghadapi sanksi ekonomi yang diberikan oleh Amerika Serikat. Selain disebabkan kondisi makro ekonomi sekaligus adanya perselisihan diplomatis antara mereka dengan AS, lira Turki anjlok hingga 40 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun ini. [Muhammad Khaerul Muttaqien]



















