Dhaka, Gontornews — Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Ahad (2/9) mengatakan, Myanmar menunda proses repatriasi Rohingya tanpa penyebab khusus.
Demikian diwartakan Anadolu Agency kemarin. Dijelaskan, sejak Desember lalu, Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani perjanjian untuk memulangkan Rohingya tetapi prosesnya belum dimulai.
Hasina juga telah berbicara dengan Myanmar dan Myanmar mengatakan siap untuk mengambil kembali warga negaranya.
“Ketika kami berbicara, Myanmar selalu mengatakan siap untuk mengambil kembali warga negaranya. Tetapi kenyataannya mereka mengatakannya, tetapi tidak melakukan itu,” katanya pada konferensi pers yang diadakan di Dhaka setelah kunjungan dua hari ke Nepal untuk menghadiri KTT BIMSTEC (Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation), blok ekonomi tujuh negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Hasina mengatakan, masalah Rohingya memang tidak dibahas pada acara itu, tetapi dia telah bertemu Presiden Myanmar Win Myint di KTT tersebut.
“Dia mengakui perjanjian yang kami tandatangani. Myanmar mengatakan mereka siap untuk mengambil kembali warga negara mereka,” kata Hasina.
Laporan badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan, hampir 170.000 orang Rohingya kemungkinan besar melarikan diri Myanmar pada tahun 2012.
Kemudian menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA) sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan Myanmar. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















