Jakarta, Gontornews — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah geram terhadap adanya pencoblosan ilegal di Malaysia. “KECURANGAN PEMILU = KEJAHATAN DEMOKRASI,” tegas Fahri Hamzah dalam twitnya.
Pertanyaan yang harus dijawab oleh KPU dan Bawaslu, tambah Fahri, adalah:
- Dari mana asal kertas suara?
- Kenapa ada pihak yang bukan panitia pemilu punya akses?
- Kenapa dan siapa David Kirana?
- Kenapa 01 yang dicoblos?
(Jawabannya saya sudah tahu, tapi mereka gak mau tahu).
Kertas suara itu, jelas FH, adalah dokumen negara, sesuatu yang berharga dan harus dijaga dengan segala cara. Kasus #Malaysia ini menjelaskan adanya kertas suara liar. Pertanyaannya: siapa yang mencetak? Menurutnya, “Ini bagian dari pemanfaatan data invalid”.
Efek langsung dari diakuinya ada “data invalid” dalam 192 juta pemilih adalah terjadinya pencetakan kartu suara lebih. Siapa yang mencetak? Di mana? Distribusi untuk apa? Terjawab dengan kasus Malaysia. Tapi beranikah kita mengusut tuntas? Ayo KPU Bawaslu
Twitter @Fahrihamzah 11-12/4/2019






















