Helsinki, Gontornews — Sekawanan rusa hutan tiba-tiba berjalan melewati jalanan di Helsinki, Ibukota Finlandia. Petugas kepolisian lantas menangkap rusa hutan tersebut dan membawanya ke Kebun Binatang Korkeasaari, Helsinki.
Awalnya, penangkapan rusa tersebut terlihat biasa-biasa saja sampai hasil tes DNA yang dilakukan Laboratorium Sekuensing dan Genomik DNA Universitas Helsinki keluar. Hasilnya terbilang mengejutkan karena, ternyata, rusa hutan yang berkeliaran di jalanan Helsinki tersebut termasuk spesies langka bernama ilmiah Rangifer tarandus fennicus.
Spesies ini berbeda dari rusa kutub semi-domestik yang bisa ditemukan di perternakan besar di Lapland, sebuah daerah di Finlandia yang berbatasan langsung dengan Swedia, Norwegia, Rusia dan Laut Baltik.
Direktur Kebun Binatang Koreasaari, Hesinki, Nina Trontti, menjelaskan bahwa mereka masih belum mengetahui bagaimana rusa tersebut bisa menemukan jalannya ke Ibukota.
βAda beberapa spekulasi tentang rute yang ia ambil. Beberapa orang memotretnya saat ia menuju kota. Ada fitur geografis, petak hutan yang membawanya ke Selatan,β kata Trontti kepada Euro News.
βTetapi, ini adalah situasi yang sangat unik untuk menemukan rusa itu di Helsinki,β sambungnya.
Kini, rusa tersebut sudah pulih setelah dua pekan menjalani perawatan di rumah sakit satwa liar di Kebun Binatang Korkeasaari, Helsinki. Penjaga menduga bahwa rusa tersebut berusia kurang dari satu tahun. Namun, rusa terlihat kekurangan gizi saat berjalan di jalan-jalan pinggiran kota Helsinki.
Awalnya, para penjaga kebun binatang menduga rusa hutan tersebut mengalami βcapture miopatiβ atau trauma penangkaran. Trauma ini menyebabkan hewan mengalami cedera stres serius, kerusakan organ atau bahkan kematian. Trontti dan rekan-rekan percaya bahwa kondisi rusa hutan tersebut telah pulih secara bertahap dan keluar dari fase bahaya.
βSekarang, dia baik-baik saja. Dia banyak makan dan tidur seperti kebanyakan rusa hutan biasa. Dia merasa baik-baik saja,β ucap Trontti.
Kebun binatang pun menetapkan rencana jangka panjang terhadap rusa hutan tersebut. Mereka berencana untuk memperkenalkan kembali rusa hutan ke proyek penangkaran dan restorasi terstruktur yang telah berjalan selama lima tahun terakhir. Ketika populasi telah mencapai jumlah yang berkelanjutan, mereka akan mengembalikan hewan tersebut ke alam liar.
Rusa hutan merupakan spesies yang terancam punah dengan hanya 4000 ekor yang tersisa di alam liar. Populasi rusa hutan tersebar di sekitar Finlandia dan Karelia, Rusia.
Pada awal abad ke-20, banyak orang melakukan pemburuan terhadap rusa kutub hingga akhirnya punah. Namun, sekitar tahun 1950 dan 1970, rusa kutub kembali terlihat secara bertahap di sekitar wilayah perbatasan sebelah timur. [Mohamad Deny Irawan]






















