Depok, Gontornews — ย Komunitas Bisa Menulis pada Rabu (19/1) kembali mengadakan sebuah gerakan belajar menulis yang turut dimeriahkan oleh beberapa tokoh penggeraknya. Turut hadir dalam seminar ini Asma Nadia (penulis Best Seller) serta Benny Arnas (penulis 27 buku lintas genre-novel).
Pada sesi pertama diawali dengan kisah sukses perjalanan peraih jenjang KBM club Emerald pertama yakni Dwi Indra. Dalam kesempatan tersebut, Muslimah cantik ini juga turut membeberkan caranya berbagi waktu antara tugas keseharian dengan tugasnya sebagai penulis dengan ditemani oleh seorang moderator yakni Tendi Murti (CEO & Co-Founder KBMApp).
Dipenuhi antusias ratusan peserta, pada sesi selanjutnya KBM pun menghadirkan sosok Asma Nadia (pewara) dan Benny Arnas (narasumber) untuk saling berbagi pengalaman menulisnya. Tema besar yang diangkat dalam seminar kali ini adalah “Belajar dari Bintang; Menulis Cepat dan Bernas”.
Sebagai pemateri, Benny turut berbagi tips menulis khususnya kepada pemula, seperti yang pernah dikatakan Picasso, โLearn the rules like a professional, then break them like an artist.โ Jadi, menurut Benny, jangan mengimprofisasi suatu ilmu di kala kita baru menjadi pemula.
Dalam membuat novel, kita pun membutuhkan waktu persiapan untuk riset termasuk memperkuat ย karakterisasi yang akan dibuat. Kepada Gontornews.com, pria kelahiran 8 Mei 1983 itu menyebutkan bahwa cara untuk mengadopsi semua data agar terhindar dari plagiatisme adalah dengan membiarkan peristiwa juga pengalaman. โSehingga seolah ia telah menjadi milik kita dan orang yang memiliki pun dia tidak merasa kita miliki,โ terangnya.
Jika kita tidak sungguh-sungguh menyiapkan cerita dengan kuat, maka kita akan terus bertemu dengan masalah. Maka, persiapkanlah cerita kita dengan sangat matang. โPastikan anda pastikan anda menulis sesuatu yang sudah anda kuasai,โ tekan Benny. Anda pun, lanjutnya, akan selalu berhadapan dengan masalah, merasakan kebimbangan, dan lain sebagainya jika persiapan cerita anda tidak kokoh.
Lantas apakah setiap cerita harus mempunyai pesan? Benny pun menegaskan bahwa rugi sekali kalau kita menulis ribuan kata tapi tidak punya pesan di dalamnya. โUsahakan agar pembaca mendapatkan pesan moral, perubahan, dapat melakukan penemuan peradaban tanpa mereka sadari,โ pungkasnya. [Edithya Miranti]






















