Jakarta, Gontornews — Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor merupakan organisasi resmi Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor sesuai hasil Musyawarah Besar (Mubes) X IKPM Gontor tahun 2014 sebagai inkubasi para pengusaha Gontor untuk mewujudkan visi besar IKPM yaitu pengabdian para anggotanya kepada agama, bangsa dan negara serta kesejahteraan anggota.
Pada acara Mubes dan Pelantikan Ketua FORBIS IKPM Gontor periode 2019 – 2024 di Keraton Kasepuhan, Cirebon, 26-28 Oktober 2019, Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menyebutkan bahwa FORBIS harus didukung oleh semua komponen alumni Gontor. “Walaupun agak terlambat FORBIS ini kita bentuk, tetapi semuanya harus mendukung,” tutur Kiai Hasan.
Menurut Kiai Hasan, FORBIS setidaknya dapat menjadi pembina yang mengarahkan serta memberi pelatihan bisnis bagi para pebisnis pemula alumni Gontor.
Untuk mewujudkan itu, FORBIS IKPM Gontor membutuhkan sinergi antara pengurus pusat dan pengurus cabang karena pengurus cabang memiliki kedekatan yang lebih erat dan data yang lebih akurat tentang keberadaan anggota FORBIS di masing-masing wilayah cabang.
Untuk itu, FORBIS IKPM Gontor membuat panduan pembuatan program kerja FORBIS cabang agar dapat bersinergi, dan mencapai visi dan misinya sesuai amanah IKPM Gontor dan Pimpinan Pondok Modern Gontor.
“Program kerja menjadi komponen penting bagi organisasi dalam mencapai sebuah tujuan,” tutur Munif Attamimi, ketua 1 FORBIS IKPM Gontor membidangi Keorganisasian dan Keanggotaan, Sabtu (21/8), dalam rapat rutin pengurus FORBIS IKPM Gontor melalui aplikasi Zoom.
Rapat bulanan FORBIS IKPM Gontor dihadiri oleh Ketua Umum PP IKPM Gontor Ust. Dr. M Adib Fuadi Nuriz, M.Phil., Ketua Umum FORBIS IKPM Gontor Ust. Agus Maulana, Perwakilan Ketua Cabang FORBIS, dan jajaran pengurus FORBIS IKPM Gontor.
“Panduan ini diharapkan menjadi penerang dalam gelap untuk para pengurus cabang, karena kadang mereka bingung mau membuat program kerja apa, atau kadang terlalu banyak program kerja sehingga tidak satupun yang berjalan,” ujar pria yang menyelesaikan studi di Gontor tahun 2000 (Laviola) ini.
Program kerja FORBIS Cabang dibagi dalam tiga fase yaitu program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Untuk memudahkan mencapai tujuannya program kerja tersebut dibagi dalam 5 tahun masa jabatan pengurus cabang.
Program kerjanya dititikberatkan pada pengumpulan database, edukasi dan jaringan baik nasional maupun internasional sehingga terjadi mentoring antara pebisnis yang besar dan para pebisnis muda yang baru akan memulai merintis.
Berikut ini beberapa contoh program kerja yang akan diusulkan kepada para pengurus cabang:
- Pendataan dan pembentukan cabang
- Sosialisasi FORBIS IKPM Gontor
- Penyusunan program kerja
- Membuat konsep jaringan dan berjejaring
- Penyempurnaan divisi kepengurusan
- Peningkatan kerjasama antar-regional maupun nasional
- Peningkatan kualitas SDM pengurus
- Pembentukan klinik konsultasi bisnis
- Peningkatan promosi pruduk anggota
- Pelatihan bisnis
- Peningkatan kualitas produk anggota dan pendampingan usaha
- Temu bisnis dan FORBIS Expo
- Riset dan kajian bisnis
“ini hanya beberapa contoh, ke depan semua pengurus cabang akan kami dampingi sebelum dilantik, mulai membuat susunan pengurus, pembuatan program kerja, tujuan pembentukan FORBIS, visi dan misinya, juga pendampingan dalam rapat kerja atau rapat tahunan,” lanjutnya.
“Jadi sebelum dilantik, para pengurus cabang sudah mengetahui apa itu FORBIS, apa program kerjanya, sehingga tidak bingung lagi, karena kadang sudah dilantik tapi masih bingung harus berbuat apa,” papar mantan bagian pengasuhan santri Pondok Modern Gontor itu.
Adanya panduan pembuatan program kerja ini tentu akan sangat membantu para pengurus cabang dalam merumuskan program kerja yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.
Hal ini juga dapat menjadi bagian dari usaha FORBIS IKPM Gontor untuk mengembangkan FORBIS Cabang sehingga keberadaan FORBIS semakin terasa manfaatnya. [WSG]






















