Merauke, Gontornews — Kepala Sub Divisi Regional Bulog Kabupaten Merauke, Papua Yudi Wijaya mewakili manajemen Perusahaan Jasa Prima (JP) Logistik Bulog, mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk ACT yang telah ikut peduli dalam memberikan bantuan beras 100 ton ke warga Merauke.
Yudi menjelaskan, Kabupaten Merauke dari target yang ditetapkan oleh Presiden RI, dapat menempati posisi kedua dalam penyerapan beras. Namun, hal itu tidak banyak disadari oleh staf Panglima TNI, Kementerian dan lintas instansi.
“Mereka tidak membayangkan bahwasanya petani di Merauke menggunakan alat bajak modern. Para petani di sini sudah menggunakan joinder. Termasuk memanennya menggunakan mesin,” paparnya.
Pihaknya, ke depan bersama ACT akan terus menjalin sinergi untuk pemasokan beras di lima Kabupaten se-Papua. “Melalui Presiden (ACT) Ahyudin kami siap mengadakan beras dengan 17 mitra kerja Bulog,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama, anggota DPRD dari Fraksi PKS Kusmanto merasakan keprihatinan yang mendalam atas KLB gizi buruk dan campak. Ia memastikan, pihaknya terus melakukan sinergi kepada beberapa elemen guna mengatasi hal tersebut.
“Saya sudah sampai di Asmat dan beberapa kampung kami pastikan sudah ditangani baik. Di sana ada tim terpadu yang diketuai Danrem. Semua sudah bergerak, untuk melakukan imunisasi dan mendistribusikan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat,” tuturnya.
Diketahui, pada tahun 2017, dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua mencapai Rp 11,67 triliun, yaitu Rp 8,2 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp 3,47 triliun untuk Provinsi Papua Barat. Jumlah ini meningkat pada 2018 menjadi Rp 12,3 triliun, yakni Rp 8 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp 4,3 triliun untuk Provinsi Papua Barat. Merespon hal itu, Kusmanto meminta kepada Pemerintah Daerah Papua untuk melakukan kajian ulang.
“Terkait alokasi dana Otsus, kami mengusulkan ke Kabupaten/Kota untuk melakukan evaluasi pelaksanannya di lapangan. Untuk Asmat, 80 persen sudah kita alokasikan. Asmat beda dengan daerah lain, medannya berat dan biaya tinggi. Saya kira ke depan jadi perhatian kita semua, bagaimana infrastruktur perhubungan air bisa di perbaiki. Ini penting,” pungkasnya. [Fathurroji]





















