Amsterdam, Gontornews — Anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, mengatakan ia berencana untuk kembali mengadakan kompetisi membuat karikatur Nabi Muhamma SAW. Tanpa ragu, Wilders pun mengaku telah meminta kepada seluruh peseta untuk menggambar kartun Nabi Muhammad Saw.
“Kebebasan berbicara harus menang atas kekerasan dan fatwa yang dikeluarkan oleh Islam,” ungkap pemimpin partai oposisi tebesar di parlemen Belanda, Geert Wilders, sebagaimana dilansir Reuters.
Kompetisi kontroversial yang dibuat oleh Wilders ini membuat komunitas muslim di dunia geram. Demonstrasi besar-besaran terjadi di Pakistan dimana mereka meminta seluruh negara Islam memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda akibat ulah pembuat film pengusung Islamophobia, Fitna, tersebut.
Karenanya, kompetisi ini dibatalkan tahun lalu karena panitia pelaksana khawatir akan mendapatkan serangan dari sejumlah kelompok.
Wilders pun menerima ancaman pembunuhan akibat aksi kontroversialnya tersebut sebelum akhirnya pihak kepolisian setempat berhasil menangkap sang pengancam.
Dalam keyakinan umat Islam, penggambaran sosok Nabi Muhammad Saw dilarang karena dikhawatirkan akan digunakan sebagai berhala. Sementara seruan untuk menggambar sosok manusia mulia umat Islam tersebut merupakan salah satu bentuk serangan ofensif yang diserukan oleh Wilders.
Sebelumnya, harian Denmark, Jyllands-Postern menerbitkan gambar kartun Nabi Muhammad Saw pada 2005 silam. Akibat penerbitan tersebut, demonstrasi pecah di sejumlah negara menuntut agar editor sekaligus kartunis, Kurt Westergaard, dihukum mati.
Sepuluh tahun kemudian, serangan bersenjata dari seorang muslim di Prancis menewaskan 12 orang karyawan majalah satir Prancis, Charlie Hebdo. Sebelum penyerangan tersebut, Charlie Hebdo menerbitkan kartun kontroversial tentang Nabi Muhammad Saw. [Mohamad Deny Irawan]






















