Hawai, Gontornews – Gunung berapi Kilauea di Hawai meletus serta mengakibatkan 1.500 warga mengungsi setelah lava mengalir ke lahan hutan dan jalanan beraspal, Jum’at (4/5). Menurut otoritas stempat, uap dan lava mengalir dari celah di Leilani Estates yang berada dekat dengan Pahoa, Big Island, Hawai.
“Suaranya seperti suara jet. (Suaranya) sangat keras,” kata salah seorang penduduk di Big Island yang diterima oleh Abc news, Ikaika Marzo.
Sementara itu, otoritas pemerintah setempat telah memberikan peringata agar warga mengungsi ke tempat-tempat yng lebih aman karena, bagi mereka, letusan merupakan peringatan dini bencana gunung berapi.
Direktur Rekreasi di Pahoa District Park, Ranson Yoneda telah menyiapkan sejumlah ruang gymnasium sebagai tempat evakuasi sementara yang direkomendasikan oleh Pusat evakuasi Palang Merah Hawai. Ranson menambahkan bahwa setidaknya 15 orang telah tiba di tempat evakuasi.
“mereka hanya ingin tahu apa yang terjadi karena mereka baru mendapatkan informasi tentang keharusan evakuasi,” ungkap Ranson.
Menurut Survei Geologi AS, retakan tanah baru di gunung api Kilauea telah terjadi pada Kamis (3/5) waktu setempat. Sejak saat itu, uap panas muncul dari retakan tanah tersebut serta lontaran lava pijar mulai terjadi.
Para ilmuwan mengatakan daerah-daerah menurun seperti Leilani Estates beresiko besar menjadi jalur lahar panas hasil letusan gunung Kilauea serta mereka tetap meyakini bahwa ventilasi bisa saja terjadi di sejumlah tempat meski tidak ada keterangan pasti. [Mohamad Deny Irawan]























