Gaza City, Gontornews — Hamas mengatakan kesepakatan untuk memulihkan ketenangan di Jalur Gaza yang terkepung telah tercapai. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri serangan Israel terhadap posisi Hamas dan kekerasan lainnya yang mengakibatkan kematian empat warga Palestina dan satu tentara Israel pada hari Jumat (20/7).
Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengumumkan pada Sabtu (21/7) pagi bahwa kesepakatan itu, yang diperantarai oleh pejabat Mesir dan PBB, aktif sejak tengah malam waktu setempat pada Jumat.
“Kami mencapai [kesepakatan] untuk kembali ke keadaan tenang sebelumnya antara pendudukan [Israel] dan faksi Palestina,” kata Barhoum sebagaimana dikutip Aljazeera.
Israel belum mengonfirmasi perjanjian itu. Namun menurut harian Israel, Haaretz, militer mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa warga di dekat Gaza dapat kembali beraktivitas normal.
Kesepakatan itu terjadi setelah pasukan Israel menewaskan empat orang Palestina di Jalur Gaza pada hari Jumat.
Tentara Israel menembakkan peluru tajam dan tabung gas air mata ke arah demonstran Palestina yang berkumpul di sepanjang pagar dengan Israel, menewaskan Mohammad Sharif Badwan (27) dan melukai 120 lainnya.
Hamas juga mengatakan tiga anggotanya tewas pada hari sebelumnya setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran di bagian selatan daerah itu.
Pasukan Israel mengatakan serangan itu terjadi setelah salah seorang tentaranya dipukul oleh orang-orang bersenjata Palestina. Mereka kemudian mengumumkan bahwa tentara itu akhirnya tewas. Ini menandai tewasnya militer Israel pertama di daerah itu sejak perang Gaza 2014. [Rusdiono Mukri]





















