Jakarta, Gontornews — Ormas Syarikat Islam mulai menunjukkan komitmennya dalam hal ekonomi kerakyatan. Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengajak umat Islam untuk membangun ekonomi kerakyatan. Prinsip inilah yang perlu dipegang kader Syarikat Islam.
“Selama ini, anggota Syarikat Islam itu ada dan masih terus bergerak, namun kepengurusan dan organisasinya yang tidur lama,” ujar Hamdan ketika memberi sambutan pada pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam DKI Jakarta, Jumat (12/5).
Menurut Hamdan, pegangan bagi kader Syarikat Islam ada tiga. Pertama, azas organisasi, Islam. “Dengan dasar ini, kita bekerja. Semua kerja akan mendapat balasan dari Allah SWT, jadi kita akan mendapatkan kenikmatan dunia sekaligus akhirat,” ujarnya menegaskan lagi betapa pentingnya melaksanakan ajaran Islam sepenuhnya.
Kedua, azas dalam berhimpun kerakyatan. “SI hidup tumbuh dengan rakyat dari bawah. SI mengangkat derajat rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ketiga, azas dalam usaha, sosial ekonomi. “Tiga azas ini pilihan tepat. Problem kita sejak lama adalah soal keadilan ini. VOC kuasai ekonomi. Lalu tanam paksa yang dilakukan Belanda, lalu Belanda mengundang investor asing untuk buka perkebunan, di mana bagian rakyat?” ujarnya.
Karena itulah, menurut Hamzan, dakwah ekonomilah yang perlu digelorakan. Sejak jaman Belanda, kebangkitan ekonomi inilah yang dimatikan, dan tidak bisa bangkit hingga sekarang. “Bangsa ini jadi sekedar pegawai, Bung Karno mengingatkan, kita jangan jadi bangsa kuli,” ujarnya. [Fathurroji/Rus]





















