Bogor, Gontornews — Acara Tazkia Masuk Desa yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Tazkia pada 1 September 2018 lalu dihadiri 190 peserta. Program ini didukung dana hibah dari Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam (DIKTIS), Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI yang saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. M. Arsykal Salim GP.
“Selain untuk di Indonesia, dana hibah ini juga akan digunakan untuk penelitian dan program pemberdayaan di Lahore, Pakistan dan Gaza, Mesir,” ujar Sugiyarti Fatma Laela, Ketua Tim Penerima Hibah Tazkia dalam keterangan resmi kepada Gontornews.com.
Yaser Syamlan yang juga terlibat dalam penelitian ini menjelaskan, program tersebut bertujuan untuk membiasakan kedisiplinan keuangan. Peserta akan diajarkan bagaimana mencatat aktivitas bisnis, pendapatan dan pengeluaran keuangan keluarga serta perencanaan masa depan sesuai dengan yang tertulis dalam buku Best Seller Sakinah Finance yang disusun oleh Murniati Mukhlisin dan Luqyan Tamanni itu.
Dalam observasi awal, banyak peserta merasa sangat asing, tidak paham dan tidak mau melakukannya. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan peserta yang masih sangat rendah. “Namun dengan pembiasaan peserta akan merasakan aktivitas keuangan ini ringan,” ujar Yaser.
Untuk memastikan peserta melakukan program ini secara kontinyu, akan dilakukan pengecekan ke lapangan setiap dua minggu sekali dengan bantuan tim lapangan dari Baitul Tamkin Tazkia Madani. Program diharapkan dapat menaikkan taraf hidup para peserta sesuai dengan kriteria kesejahteraan yang disusun oleh BKKBN. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















