Jakarta, Gontornews – Kepala Badan Meotorologi, Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa musim hujan di Indonesia akan jatuh pada bulan Oktober hingga Desember 2018 mendatang. Meski demikian, penyebaran musim hujan tahun ini akan berbeda di beberapa wilayah Indonesia.
“Pada setiap wilayah berbeda-beda memasuki musim hujan, sementara itu, puncak musim hujan 2018/2019 akan terjadi pada Oktober-November 2018,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati sebagaiman dilansir poskota, Selasa (4/9).
Dwikorita menjelaskan bahwa percepatan musim hujan tahun ini disebabkan aktifitas MJO (Madden Julian Oscillation) atau masa udara basah serta gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin Wave yang terjadi di wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan diprediksi meningkat di beberapa wilayah di Indonesia.
Mantan rektor Universitas Gajah Mada tersebut juga menjelaskan jika kondisi ini diperkuat dengan pemelahan pusat tekanan tinggi dilayah Australia yang mengkaibatkan dorongan masa udara kering dan dingin dari Australia melemah sehingga menyebabkan udara di wilayah Indonesia menjadi lebih lembab.
“Kondisi ini menyebabkan terjadinya potensi pertumbuhan awan hujan semakin meningkat. Dalam sepekan terakhir, tercata kejadian hujan lebat di wilayah Riau, Bengkulu, Kepri, Jabodetabek, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Maluku dan Papua,” sambung Dwikorita.
Terakhir, Dwikorita menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam periode 3 hari ke depan di beberapa daerah Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua. [Mohamad Deny Irawan]






















