Hong Kong, Gontornews — Hong Kong melaporkan kematian pertama akibat coronavirus yang baru diidentifikasi pada 4 Februari. Ini kematian yang kedua di luar daratan Cina akibat wabah yang telah menewaskan lebih dari 420 orang dan menyebar ke seluruh dunia, menimbulkan kekhawatiran bagi pertumbuhan ekonomi global.
Pasar Cina stabil setelah kecemasan menghapus sekitar $ 400 miliar nilai pasar dari indeks benchmark Shanghai pada hari sebelumnya. Pasar global juga mulai tenang setelah aksi jual pekan lalu, tetapi berita buruk terus berdatangan.
Macau, pusat perjudian terbesar di dunia, mengatakan pihaknya telah meminta semua operator kasino untuk tutup selama dua minggu guna membantu mengurangi penyebaran virus.
Kematian dari Hong Kong itu membuat jumlah korban tewas menjadi 427 orang, termasuk seorang lelaki yang meninggal di Filipina pekan lalu setelah mengunjungi Wuhan, pusat wabah.
Baca Juga
Pihak berwenang Cina mengatakan jumlah korban di daratan Cina naik dengan rekor 64 dari hari sebelumnya menjadi 425, sebagian besar di Hubei, provinsi yang ibukotanya Wuhan.
Sementara Singapura melaporkan enam kasus lagi, termasuk empat penularan lokal, yang menambah jumlah infeksi menjadi 24, kata kementerian kesehatan.
“Meskipun empat dari kasus ini merupakan kluster transmisi lokal, belum ada bukti penyebaran komunitas berkelanjutan yang meluas di Singapura,” katanya dalam sebuah pernyataan dikutip hurriyetdailynews.com.
Kasus-kasus baru dilaporkan di Amerika Serikat, termasuk seorang pasien di California yang terinfeksi melalui kontak dekat dengan seseorang di rumah tangga yang sama yang telah terinfeksi di Tiongkok. []






















