New Delhi, Gontornews — Seorang sumber pemerintah India, Selasa (19/1/2021), mengatakan pihaknya akan mengekspor vaksin Covid-19 ke sejumlah negara paling lambat Rabu (20/1/2021). Ekspor vaksin ini membuka peluang bagi negara miskin dan berpenghasilan rendah untuk mendapatkan akses vaksin dengan cepat.
Untuk tahap pertama, sumber tersebut mengatakan Bhutan sebagai penerima ekspor vaksin Covid-19 hasil kerjasama AstraZeneca dan Serum Institute of India (SII) tersebut. Rencananya, Bhutan akan menerima pasokan 2 juta dosis vaksin Covishield. Setelah Bhutan, India akan kembali mengekspor vaksin Covid-19 ke Bangladesh pada Kamis (21/1/2021).
“Bangladesh akan menerima 2 juta dosis vaksin Covid-19 (buatan) Oxford-AstraZeneca dari India sebagai hadiah pada 21 Januari,” kata sumber Reuters tersebut.
Pekan lalu, pihak SII menyampaikan kepada Reuters bahwa mereka menunggu persetujuan penggunaan darurat vaksin Covishield dari WHO. Dengan memegang lisensi WHO tersebut, SII berencana unutk memulai insiatif pendistribusikan vaksin Covishield kepada COVAX.
Secara luas, vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca merupakan pilihan yang lebih layak bagi negara miskin ketimbang vaksin Pfizer dan Moderna yang membutuhkan penyimpanan bersuhu rendah. Sementara vaksin AstraZeneca cukup membutuhkan lemari es sebagai tempat penyimpanan vaksin.
Meski India disebut-sebut memulai ekspor vaksin, Perdana Menteri Narendra Modi enggan menyampaikan kepada publik. PM Modi berdalih pemerintah baru akan mengumumkan ekspor vaksin setelah pihaknya resmi meluncurkan program vaksinasi AstraZeneca.
Sejatinya, India telah memulai program vaksin dengan menggunakan vaksin COVAXIN buatan Bharat Biotech, Sabtu (16/1/2021). Namun, penyuntikan dosis pertama vaksin buatan AstraZeneca, India akan memulainya pada Sabtu (23/1/2021). Untuk tahap selanjutnya, pemerintah India akan mengeskspor vaksin buatan Bharat Biotech ke sejumlah negara yang membutuhkan.
“Kami akan memulai (ekspor vaksin) besok. Negara tetangga lainnya akan segera menyusul,” terang sumber tersebut.
Sumber itu menyebut Nepal, Sri Lanka, Myanmar dan Maladewa telah mengajukan permintaan kepada India untuk pengiriman vaksin Covid-19 lebih awal. [Mohamad Deny Irawan]
























