Jakarta, Gontornews – Rabu (5/10), Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Daarul Qur’an Jakarta (Idaqu) menggelar Webinar Kolaborasi bertema “Integrasi Pendidikan Karakter dalam Merdeka Belajar di Era Society 5.0”.
Webinar yang dihadiri lebih dari 160 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini menampilkan lima narasumber. Mereka yaitu Muhammad Fauzan Muttaqin, MPd, dosen PGMI Idaqu Jakarta; Dr Adi Wijayanto, SOr, SKom, MPd, AIFO, dosen PGMI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Nur Fitri Amalia, MPd, dosen PGMI Universitas Zainul Hasan Probolinggi, Mutik Nur Fadhilah, MPd, dosen PGMI IAIN Madura; dan Ir H Rusdiono Mukri, MPd, dosen PGMI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.
Webinar ini merupakan bentuk kerjasama Prodi PGMI Idaqu dengan Prodi PGMI INAIS Bogor, Prodi PGMI IAIN Madura, Prodi PGMI Universitas Zainul Hasan Probolinggo, dan Prodi PGMI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Ketua Perkumpulan Dosen (PD) PGMI Indonesia, Dr Andi Prastowo, SPdI, MPdI menyambut baik webinar kolaborasi antarprodi PGMI di Indonesia ini. “Kerjasama antarprodi PGMI ini merupakan salah satu program PD PGMI Indonesia,” paparnya saat tampil sebagai Keynote Speaker.
Sementara itu Rektor Idaqu Jakarta, Dr M Anwar Sani, SSosI, ME menuturkan, webinar ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa, yang memanfaatkan teknologi yang ada di dalam genggaman kita.
“Sebagai pengajar kita harus bisa menyesuaikan diri, harus bisa berbaur dan menyatu dengan perkembangan yang terjadi. Para pengajar harus mempersiapkan diri, membuat suasana belajar menjadi ringan dan nyaman, yang terpenting penyerapan ilmu tercapai,” terang Anwar Sani ketika memberikan sambutan.
Sedangkan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Idaqu Jakarta, Putri Nurina, MAPd, menyebutkan pendidikan karakter untuk anak-anak di usia SD sangat penting.
“Segala sesuatu yang mereka lihat dan alami itu akan selalu melekat dalam ingatan mereka dan akan menjadi kebiasaan dan watak. Maka dari itu sebagai guru kita selalu dituntut untuk menjaga sikap di depan siswa-siswi,” jelas Putri. []






















