Jenewa, Gontornews — Badan Pangan Dunia, World Food Programme (WFP), Jumat (18/3/2022), mengatakan bahwa rantai pasokan makanan di Ukraina runtuh. WFP juga memaparkan bahwa sebagian infrastruktur pangan di Ukraina hancur termasuk kekosongan yang terjadi di toko kelontong maupun gudang pangan.
“Rantai pasokan makanan negara itu berantakan. Pergerakan barang melambat karena tidak aman dan keengganan banyak pengemudi,” kata Koordinator Darurat WFP untuk Ukraina, Jakob Kern, sebagaimana dilansir Reuters.
Kern juga menyatakan keprihatinannya tentang situasi di sejumlah kota yang terkepung seperti Mariupol. Di Mariupol, Kern mengungkapkan bahwa persediaan makanan dan air hampir habis karena konvoi kendaraan tidak dapat memasuki kota.
“Dengan harga pangan global yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa, WFP juga prihatin dengan dampak krisis Ukraina terhadap ketahanan pangan secara global, terutama titik rawan kelaparan,” ucap Kern.
Sejauh ini, badan tersebut telah mengeluarkan anggaran hingga 71 Juta Dolar Amerika Serikat untuk mempersiapkan makanan untuk Ukraina. Kern juga menjelaskan anggaran tersebut setidaknya mampu memenuhi persediaan makanan bagi empat juta orang di Ukraina.
“Kami mengubah pemasok sekarang tetapi itu berdampak pada harga. Semakin jauh Anda membelinya, semakin mahal harganya,” tutup Kern. [Mohamad Deny Irawan]





















