Jakarta, Gontornews — Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tazkia, Murniati Mukhlisin didampingi oleh Direktur Matrikulasi IAI Tazkia Miftakhussurur menggelar syukuran sekaligus pelepasan 16 Karyawan IAI Tazkia dan 2 Mahasiswa Terbaik dalam rangka Apresiasi Umrah Gelombang 4 dan 5 terdiri dari 2 orang dosen, 2 orang staf, 3 orang sekuriti, 7 orang bagian dapur, 2 orang bagian umum dan 2 orang mahasiswa terbaik.
Kegiatan ini bentuk apresiasi kecintaan Kampus IAI Tazkia kepada segenap civitas akademika yang telah berkontribusi dan mengabdikan diri memajukan IAI Tazkia serta ekonomi Islam pada umumnya. Kegiatan ini berlangsung sebanyak kurang lebih 10 orang setiap tahunnya, namun karena 2 tahun terakhir masa Pandemi Covid-19 dan perjalanan umrah ditutup maka keberangkatan tahun sebelumnya digabungkan dengan tahun ini pada saat izin umrah dikeluarkan.
Perjalanan umrah ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2022 hingga 14 Maret 2022 dengan agen perjalanan Tazkia Travel dipimpin langsung oleh Muhammad Syafii Antonio, serta diikuti pula sang Rektor dalam perjalanan umrah kali ini menambah kebahagiaan, keistimewaan dan kekhusyukan ritual ibadah umrah di tanah suci.
Selain itu bersamaan pula dengan Milad Tazkia Travel yang ke-25 tahun. Semoga semakin sukses dan berkah. Di masa yang masih pandemi saat ini banyak aturan perjalanan umrah yang harus dipatuhi oleh seluruh jamaah tamu Allah SWT di antaranya melakukan Test Swab PCR dan karantina sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan untuk memastikan kesehatan serta mencegah penularan virus Covid-19 antar jamaah.
Sayangnya salah satu jamaah dari IAI Tazkia tidak bisa melanjutkan perjalanan dikarena telah dinyatakan positif Covid-19 menjelang keberangkatan namun akan diagendakan ulang keberangkatannya pada 23 Maret 2022 setelah dinyatakan sehat dan negatif Covid-19.
Setibanya di Saudi Arabia seluruh jamaah ditempatkan disebuah hotel di Jeddah untuk menjalani masa karantina selama 5 hari dan dianjurkan untuk mengunduh aplikasi Tawakkalna dan Etamarna sebagai salah satu syarat pelaksanaan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah-Madinah dengan membooking jadwal ibadah di luar jadwal yang telah ditetapkan Muthowwif izin dari Muassasah.
Selain itu juga aplikasi Tawakalna ini adalah sarana untuk mengontrol para jamaah agar tetap mematuhi peraturan yang ada di Saudi Arabia. Selesai masa karantina lima hari bersamaan pula aturan baru di Saudi Arabia tanggal 5 Maret 2022 yang menyatakan, karantina telah dihapuskan begitu juga social distancing serta penggunaan masker di luar ruangan telah dilonggarkan.
Jarak saat shalat berjamaah kembali dirapatkan membuat para jamaah semakin bersemangat dan tenang dalam menjalankan ibadah umrah. Dari kota Jeddah, jamaah bertolak ke Kota Suci Madinah. Mengawali ibadah di Kota Suci Madinah selama dua hari berburu mendapatkan tempat terbaik yaitu Raudhah.
Raudhah merupakan sebuah tempat istimewa yang letaknya berada di dalam Masjid Nabawi tepatnya di antara rumah yang kini menjadi makam Rasulullah SAW dan Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar bin Khatab dengan mimbar yang digunakan beliau saat berdakwah.
Sebagaimana dalam haditsnya Rasulullah SAW bersabda “Tempat yang terletak di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu di antara taman-taman surga”
Tak ayal semua umat muslim di dunia berlomba-lomba untuk bisa beribadah di tempat tersebut. Raudhah memiliki luas kurang lebih 330 meter persegi dalam kondisi Pandemi saat ini jumlah orang yang masuk ke Raudhah dibatasi dan perlu mengantongi izin baik dari Muassasah maupun melalui aplikasi Tawakkalna ataupun Etamarna.
Selain menghabiskan waktu beribadah di Masjid Nabawi dan berziarah ke Makam Rasulullah SAW, jamaah diajak visit tour berziarah ke Masjid Quba melewati Masjid Kiblatian, Ziarah ke Gunung Uhud dan Singgah di Kebun Kurma.
Di sela-sela waktu Rektor IAI Tazkia menyempatkan diri berkunjung memenuhi undangan Prof Hudaib memberikan kuliah singkat di salah satu kampus yang ada di Madinah, dan pertemuan antara rektor dengan Alumni IAI Tazkia yang sedang menimba S2 di kampus Universitas Islam Madinah atas nama Moch. Taufik.
Selanjutnya jamaah melanjutkan perjalanan menuju kota Suci Mekkah untuk melaksanakan kegiatan utama yaitu umrah dengan mengambil Miqot di Masjid Bir Ali terletak di Dzul Hulaifa sekitar 14 Km dari Madinah.
Setelah itu, jamaah melanjutkan perjalanan ke Kota Suci Mekkah untuk melaksanakan kegiatan utama yaitu umrah dengan mengambil Miqot di Masjid Bir Ali terletak di Dzul Hulaifa sekitar 14 Km dari Madinah.
Proses Ritual Umrah dilaksanakan pada malam hari sesuai waktu tiba di Mekkah langsung dipimpin oleh Muhammad Syafii Antonio diawali dengan menetapkan niat di Masjid Bir Ali, kemudian Tawaf sebanyak 7 putaran dilanjutkan Sai 7 balikan dan diakhiri dengan Tahalul.
Kesyahduan selama menjalani proses umrah seluruh jamaah terhanyut dalam kekhusyukan terlebih hampir seluruh jamaah baru pertama kali menjalankan ibadah umrah ini.
Derai air mata mengalir dipipi bukti kerinduan terhadap tanah suci dan Ka’bah yang selama ini diimpikan terjawablah dan keinginan untuk bisa mengunjungi kembali selalu dipanjatkan di setiap doanya.
” Ya Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang, Jangan jadikan ibadah ini yang terakhir di tanah suci Mu, Jadikanlah ini yang pertama agar ada yang ke-2, ke-3, ke-4 dan seterusnya. Semata-mata untuk beribadah kepada Mu, Undanglah kami kembali bersama keluarga kami Ya Allah.”
Kembali Mitowwif menjadwalkan para jamaah utk city tour berziarah ke tempat-tempat bersejarah di Kota Suci Mekkah di antaranya Jabal Rahmah tempat dipertemukannya Ayahanda Nabi Adam AS dengan Ibunda Hawa RA, kemudian ke Jabal Nur Goa Hira, Arafah, Muzdalifah, Mina dan diakhiri ke Ji’ranah untuk ambil miqot umrah yang ke-2.
Serangkaian ibadah umrah telah dilaksanakan sebelum keberangkatan kembali ke tanah air dilaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan kurang lebih 5 hari jamaah beribadah di tanah suci kota Mekkah. Semoga menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan dijadikan umrah yang mabrur.[]























