Ankara, Gontornews — Iran, Rusia dan Cina memulai latihan militer bersama di Laut Arab dan utara Samudra Hindia, menurut kantor berita Iran pada 27 Desember.
Kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan, latihan militer oleh angkatan laut Iran, Rusia, dan Cina akan mencakup area seluas 17 ribu kilometer dan akan berlangsung selama empat hari.
Berbicara tentang latihan yang dijuluki Sabuk Keamanan Laut, wakil komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Gholamreza Tahani menjelaskan tujuan latihan ini untuk memperkuat keamanan dan fondasinya di wilayah ini.
“Sejak kemenangan Revolusi Islam, ini adalah pertama kalinya Republik Islam Iran mengadakan latihan gabungan dengan dua kekuatan angkatan laut utama dunia,” tulis Tasnim mengutip Tahani, yang juga juru bicara Iran untuk latihan bersama dengan angkatan laut Rusia dan Cina.
“Proses ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Ketegangan telah meningkat di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Arab sejak AS mulai menerapkan kembali sanksi terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari pakta nuklir oleh kekuatan dunia agar Iran mengekang program nuklirnya dengan imbalan miliaran dolar dalam bentuk bantuan.
Pada bulan Juni, dua tanker minyak diserang di wilayah tersebut. Washington meminta Teheran bertanggung jawab atas serangan itu, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Iran.
Analis percaya bahwa kemungkinan AS melakukan aksi militer terhadap Iran setelah serangan drone pada fasilitas minyak Saudi pada bulan September.
AS dan Uni Eropa secara terpisah memutuskan untuk membentuk koalisi demi keselamatan navigasi di kawasan tersebut. Jepang juga mengumumkan rencana untuk mengerahkan pasukan di wilayah tersebut. [RM]


















