Moskow, Gontornews — Serangkaian serangan terkoordinasi terhadap pasukan keamanan terjadi di republik otonom Chechnya, Senin (20/8).
Kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serentetan serangan dan kekerasan itu.
Demikian dirilis Aljazeera yang mengutip laporan kelompok pemantauan SITE mengutip situs web ISIS, Amaq.
“Pejuang dari Negara Islam menyerang polisi dan elemen Chechnya di Grozny dan Shali di Mesker-Yurt,” kata Amaq.
Menteri Informasi Chechnya, Dzhambulat Umarov, mengatakan kepada kantor berita Tass bahwa para penyerang berusia antara 11 sampai 16 tahun. Dia mengatakan, ISIS semakin fokus pada para remaja dalam upaya merekrut pendukung.
“Serangan-serangan ini tampaknya tidak terlalu canggih atau efektif,” tulis Aljazeera.
Para pejabat di Rusia membenarkan beberapa polisi terluka dan sedikitnya lima penyerang tewas di ibukota Grozny dan Shali.
“Para penjahat itu bisa ditangani,” kata komite investigasi.
Ramzan Kadyrov, presiden Chechnya, mengatakan di akun jejaring sosialnya Telegram bahwa salah satu serangan itu adalah pembom bunuh diri yang meledakkan bomnya di Mesker-Yurt, di pinggiran Grozny.
Serangan itu melukai beberapa polisi, tetapi penyerang selamat dan dibawa ke rumah sakit.
Polisi di wilayah Kaukasus Utara mengatakan, dalam insiden lain dua pria bersenjata pisau berusaha memasuki departemen kepolisian distrik di kota Shali dan “melukai dua pegawai polisi yang sedang bertugas” sebelum ditembak mati.
Menurut sumber anonim yang dikutip oleh kantor berita RIA Novosti, setidaknya satu orang wanita juga terluka dalam insiden di Shali.
Dalam serangan lain di Shali, dua penyerang mencoba meledakkan sebuah truk yang berisi tabung gas dalam misi bunuh diri, tetapi kendaraan itu gagal meledak. Juru bicara Kadyrov, Alvi Karimov, mengatakan pada radio FM Kommersant, keduanya ditembak mati oleh polisi.
Ada juga serangan di Grozny. Dalam satu insiden, seorang penyerang diduga ditembak mati setelah memukul polisi lalu lintas dengan mobilnya.
Ada juga laporan tentang tembak-menembak antara petugas polisi dan penyerang di persimpangan antara jalan Pervyomaiskaya dan Isaev di Grozny yang menewaskan satu perwira.
Menteri Dalam Negeri Chechnya Ruslan Alkhanov mengatakan, para penyerang berusaha untuk mengacaukan situasi di Chechnya, tetapi berhasil dihentikan.
Dia mengatakan tidak ada petugas yang tewas.
Kremlin mengandalkan Kadyrov untuk menstabilkan Chechnya setelah dua perang separatis pada 1990-an dan telah memberikan subsidi murah hati untuk membantu membangun kembali kawasan itu.
Kelompok hak asasi manusia internasional telah menuduh Kadyrov melakukan pelanggaran yang merajalela, termasuk penangkapan sewenang-wenang dan pembunuhan di luar hukum oleh pasukan keamanannya yang ditakuti.
Pemberontak, beberapa di antaranya telah bersumpah setia kepada ISIS, masih melakukan serangan sporadis di Chechnya.
[Rusdiono Mukri]






















