Tepi Barat, Gontornews — Pemerintah Israel kembali menujukan arogansinya dengan menghancurkan sebanyak 400 rumah di Desa Waljah, Provinsi Beit Lehm dan Desa Za’tarah, Provinsi Nablus, Gaza Utara, Palestina, Kamis (14/4).
Selain menghancurkan ratusan rumah Warga Palestina, Tentara Zionis juga menghancurkan sebuah Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah tersebut. Akibatnya, ratusan Kepala Keluarga saat ini tidak lagi memiliki tempat tinggal dan anak-anak juga tidak memiliki tempat belajar dan bermain.
“Sebagian mereka menumpang di tempat saudara dan sebagiannya lagi terpaksa mendirikan tenda,” jelas Abdillah Onim, Aktivis Indonesia yang saat ini bermukim di Gaza, Palestina.
Laki-laki yang juga Koordinator Darul Quran Indonesia cabang Gaza itu mengatakan, pembongkaran paksa tang dilakukan Pemerintah Zionis Israel merupakan proyek mereka untuk membangun pemukiman Yahudi di wilayah Gaza Utara.
“Penjajahan itu kejam!,” tegas Onim. Ia berharap, penggusuran paksa yang dilakukan Pemerintah Israel menjadi perhatian seluruh Masyarakat Internasional. Sebab, selain merampas hak, penggusuran tersebut juga membuat ribuan Rakyat Palestina terlantar dan menderita, “Terlebih dalam kondisi blokade saat ini, semua terasa sulit,” tandasnya.
Sementara itu, menurut Reuters, Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel, Mayor Jenderal Yoav Mordechai mengaku ditugaskan untuk mengawasi penggusuran tempat tinggal Warga Palestina tersebut. Ia menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya untuk menghancurkan sebanyak 11.000 bangunan. “Ini akan terjadi di Tepi Barat,” ungkap Mordechai.[Devi Luciana]





















