Jakarta, Gontornews — Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menertibkan Pasar Ikan di Jakarta Utara memunculkan masalah baru. Salah satunya muncul manusia perahu yang tidak mau pindah ke rumah susun (rusun) dan memilih tinggal di atas perahu yang dimilikinya. Ratusan manusia perahu yang diperkirakan dari 50 Kepala Keluarga (KK) ini masih bertahan di atas perahu di perairan dekat lokasi.
Masalah ini menjadi keprihatinan Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmy Alaydroes. “Perahu bukan rumah. Dan perahu juga bukan hunian yang layak baik ditinjau dari sudut kesehatan, pendidikan, sosial, keamanan, apalagi keselamatan. Setiap saat bahaya mengancam,Γ’β¬Β ujarnya seperti dilansir pks.or.id
Fahmy menuturkan, membiarkan sekelompok warga tetap tinggal di perahu dan mengabaikan nasib mereka adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi. Ia menilai pemerintah DKI terlalu kasar dengan mengusir mereka atas alasan penertiban dan pembangunan kota Jakarta. Γ’β¬ΕPemerintah seharusnya melindungi dan mensejahterakan rakyatnya,Γ’β¬Β ujarnya.
Lebih lanjut Fahmy mengkritik kebijakan pemerintah DKI yang justru memudahkan akses dan memberikan izin pengembangan bagi kelompok kaya raya di Jakarta. Γ’β¬ΕKita sepakat dan mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah-langkah pemerintah dalam hal ini. Semua pihak akan mendukung, asal dilakukan dengan cara dan pendekatan yang bijak dan memperlakukan rakyat dengan cara yang baik dan berkeadilan,Γ’β¬Β paparnya.
Sebagaimana dilansir dari beritajakarta.com, pemprov DKI Jakarta masih mengupayakan relokasi manusia perahu ke rusun. Berbagai fasilitas disediakan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), antar jemput bus sekolah, gratis naik bus Transjakarta, serta bisa mendapat pinjaman modal usaha. Dengan syarat, mereka memiliki KTP Jakarta. Namun jika tidak memiliki KTP, mereka diminta untuk kembali ke kampung halamannya. Sementara bagi warga yang memiliki profesi tetap, bisa mendapatkan KTP DKI. Dengan syarat menyertakan tiga orang tetangga sebagai saksi, bahwa yang bersangkutan memang tinggal di lokasi tersebut.[ahmad muhajir]





















