Jerusalem, Gontornews — Menjelang pertemuan terakhir di Helsinki dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas soal Suriah. Selain Suriah, kedua pemimpin tersebut membahas soal Iran, Ahad (15/7).
Perbatasan Suriah dekat Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel menjadi fokus dalam bahasan Netanyahu dan Amerika Serikat. Israel sendiri menganggap konflik di perbatasan tersebut merupakan ancaman bagi keamanan nasional negaranya.
Sementara itu, Moskow sendiri adalah sekutu besar bagi kekuatan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Rusia juga merupakan lawan bicara reguler Iran, di mana Iran merupakan musuh Israel dan Amerika Serikat yang juga memiliki kekuatan bertempur bersama Assad di Suriah.
Dalam sambutannya di kabinet Israel, Sabtu (14/7), Netanyahu mengaku jika dirinya telah melakukan percakapan melalui telepon dengan Trump. Percakapan tersebut membahas mengenai masalah keamanan dan diplomatik yang timbul dari perkembangan regional antara mereka. Namun tentu saja, mengenai Suriah dan Iran.
Netanyahu juga mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada Trump atas sikap kerasnya terhadap Iran.
“Presiden AS, menegaskan kembali bahwa komitmennya sangat tinggi untuk keamanan Israel dan kesediaannya untuk membantu Israel di berbagai bidang,” ucap Netanyahu dikutip Reuters.
Pekan lalu, Netanyahu terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan Putin yang berfokus pada tuntutan Israel bahwa pasukan Iran harus meninggalkan Suriah. [Devi Lusianawati]






















