Muntok, Gontornews – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Laskar Hijau Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan ujicoba pengolahan sampah organik dengan menggunakan bantuan cacing pengurai.
Penggerak KSM Laskar Hijau, Arie Kurniadi, mengaku senang lantaran ujicoba yang dilakukan selama sebulan tersebut telah memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Untuk itu diharapkan, ke depannya pola ramah lingkungan tersebut dapat dikembangkan masyarakat luas sehingga pengendalian tanah dapat dilakukan untuk lingkungan yang lebih bersih.
“Pola ini sudah dilakukan di Jawa dan terbukti bisa mengendalikan penumpukan sampah khususnya sampah rumah tangga,” jelasnya dikutip Antara.
Arie melanjutkan, selain mampu mengurai sampah organik dengan cepat, kotoran cacing yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dimanfaatkan sebagai kompos organik.
Untuk ke depannya, pihaknya akan mencoba mengembangkan pola tersebut dalam skala lebih besar dalam pengolahan sampah organik yang berasal dari anggota KSM Laskar Hijau yang saat ini sudah berjumlah sekitar 350 rumah tangga.
“Dari 350 rumah tangga yang terdaftar,KSM Laskar Hijau sudah berhasil mengendalikan kurang lebih 0,6 ton sampah rumah tangga per harinya,” akunya.
Gerakan swadaya yang berdiri pada awal 10 Januari 2018 tersebut pada awalnya hanya beranggotakan sekitar 100 rumah tangga di wilayah Kelurahan Sungaidaeng, Muntok. Namun saat ini, gerakan itu terus berkembang hingga 350 anggota yang tersebar di Kelurahan Sungaidaeng, Sungaibaru, Tanjung, Airbelo dan Belolaut.
“Saya sangat optimistis pola ini akan membawa dampak dalam pelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat positif bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain bisa mengendalikan sampah secara mandiri, ia juga menargetkan ke depan juga bisa memberi andil dalam pengembangan agrowisata yang edukatif dan sehat. [Devi Lusianawati]






















