Jakarta, Gontornews — Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh penyelenggara dan peserta Pilkada patuhi protokol kesehatan. Pernyataan ini disampaikan menjelang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di masa pandemi Covid-19.
Secara rinci, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa pesan, yaitu: 1) keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah segala-galanya; 2) keberhasilan untuk keluar dari risiko akibat pandemi adalah keberhasilan dalam menangani masalah kesehatan atau bisa menangani permasalahan pandemi; 3) Presiden minta semua pihak untuk aktif mendisiplinkan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan.
βJadi, protokol kesehatan tidak ada tawar-menawar,β kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Istana Merdeka, Selasa (8/9), sebagaimana dilansir setkab.go.id.
βOleh karena saya mengikuti situasi di lapangan, masih banyak pelanggaran protokol yang dilakukan oleh bakal pasangan calon. Misalnya, masih ada deklarasi bakal pasangan calon pilkada yang menggelar konser yang dihadiri oleh ribuan dan mengundang kerumunan menghadirkan massa,β tambah Jokowi.
Presiden meminta seluruh pihak untuk memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan. Presiden berdalih bahwa penyelenggaraan pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu hingga pandemi usai.
βKarena kita memang tidak tahu, negara manapun tidak tahu, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,β
β(Karenanya) harus ada ketegasan. Jangan sampai menggunakan politik-politik identitas, politik SARA, karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan. Ini yang harus dicegah. Dan kita harus mendorong para calon untuk beradu program, kontestasi gagasan, beradu kemampuan untuk menjadi pemimpin daerah,β tutupnya.Β [Mohamad Deny Irawan]






















